Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Saat ini, isu gender telah menjadi isu nasional yang harus disikapi dengan bijak. Dimana
Pemerintah terus didorong untuk melakukan berbagai upaya untuk mengedepankan pengarusutamaan gender (PUG) didalam strategi pembangunan nasional secara xsistematis guna kesetaraan dan keadilan gender dapat terwujud dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Upaya yang dilakukan itu antara lain dengan mewujudkan kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki kedalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh isi kebijakan dan program diberbagai bidang kehidupan
Hal tersebut disampaikan Walikota Gorontalo Marten Taha pada kegiatan Workshop pengarusutamaan gender (PUG) dalam peningkatan SDM dan pengembangan seni tradisional, di Ghammara Hotel Makassar yang berlangsung mulai dari 26-28 Oktober 2021.
Saat ini kata Marten, peningkatan SDM dan pengembangan seni tradisional sangat berkaitan erat dengan peran dari perempuan. Hal ini dapat dilihat dari besarnya keterlibatan perempuan dalam kegiatan kesenian dan kebudayaan baik itu di Kelurahan, Kecamatan, Kota maupun tingkat nasional.
“Kemampuan dan kapasitas perempuan sudah tidak bisa diragukan lagi. Saat ini banyak dari mereka yang sudah menduduki jabatan-jabatan strategis dalam pemerintahan Kota Gorontalo,,,”
“Salah satunya dalam bidang akademik pun, telah banyak perempuan yang sudah berhasil menggapai gelar guru besar. Untuk itu peran mereka juga diperlukan dalam keterlibatan pelaksanaan program pembangunan daerah khususnya bidang kebudayaan,” jelas Marten Taha.
Untuk itu, melalui workshop tersebut, Walikota Marten Taha berharap agar dapat bisa menghasilkan gagasan yang dapat mengembangkan potensi seni tradisional di Kota Gorontalo.
Mengingat saat ini di Kota Gorontalo begitu banyak seni tradisional yang bisa dikembangkan sehingga hal ini bisa meningkatkan perekonomian daerah.
“Salah satu seni tradisional yang bisa dikembangkan ialah tradisi sulam atau karawo yang saat ini peminatnya begitu banyak, namun pengrajinnya sudah mulai berkurang,,,”
“Kemudian ada juga bedak atau dalam bahasa daerahnya bada’a yang tidak kalah khasiatnya dengan bedak olahan pabrik, dan ini termasuk juga dalam objek kemajuan kebudayaan. Oleh sebab itu, saya harap agar kepada peserta agar mengikuti workshop ini dengan sebaik-baiknya,” harap Walikota Gorontalo. #[KP]





