JAKARTA (kabarpublik.id) – Aktris Fatmah Nahdi mengungkap tantangan terbesar yang dihadapinya saat memerankan karakter Fatimah dalam film horor terbaru Bisikan Desa Gringsing. Karakter tersebut menuntut kemampuan akting yang kuat karena minim dialog dan lebih mengandalkan ekspresi wajah serta bahasa tubuh untuk menyampaikan emosi kepada penonton.
Menurut Fatmah, memerankan sosok Fatimah menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan peran-peran sebelumnya karena ia harus menyampaikan pesan dan emosi tanpa banyak berbicara.
“Tantangan terbesar bagi saya adalah memerankan karakter yang berbicara tanpa harus banyak bicara. Emosi dan pesan karakter harus tersampaikan melalui ekspresi dan gestur,” kata Fatmah saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta, Senin (10/8).
Dalam film tersebut, Fatimah digambarkan sebagai sosok misterius yang ditakuti warga desa. Namun, suasana di balik layar justru berlangsung hangat dan penuh keakraban antara para pemain maupun kru produksi.
Fatmah mengaku kebersamaan selama proses syuting membantu para pemain membangun chemistry sehingga proses produksi berjalan lebih nyaman meski mengangkat tema horor yang menegangkan.
Film Bisikan Desa Gringsing merupakan hasil kolaborasi rumah produksi dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Kerja sama lintas negara tersebut menghadirkan tantangan tersendiri karena para pemain dan kru berasal dari latar belakang bahasa yang berbeda.
Meski demikian, Fatmah menilai perbedaan bahasa justru menjadi pengalaman berharga. Komunikasi selama produksi tidak hanya dilakukan secara verbal, tetapi juga melalui ekspresi dan gerakan yang mempererat hubungan antaranggota tim.
“Pengalaman bekerja dengan kru dan pemain dari berbagai negara sangat menyenangkan. Kadang kami berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda, bahkan menggunakan gerakan untuk saling memahami,” ujarnya.
Selain adaptasi bahasa, Fatmah juga harus menyesuaikan diri dengan sistem produksi yang menerapkan jadwal syuting secara ketat. Baginya, hal tersebut menjadi pengalaman baru yang melatih kedisiplinan dan profesionalisme selama proses pengambilan gambar.
Tak hanya menyajikan teror dan ketegangan, Bisikan Desa Gringsing juga membawa pesan moral tentang konsekuensi dari setiap tindakan manusia. Melalui karakter Fatimah, film ini mengingatkan pentingnya menghormati dan tidak meremehkan siapa pun, termasuk mereka yang dianggap lemah.
“Pesan yang ingin disampaikan adalah jangan menyakiti atau meremehkan pihak yang terlihat lemah, karena setiap tindakan memiliki konsekuensinya sendiri,” kata Fatmah.
Ia menambahkan, film tersebut juga menyoroti bahwa kebohongan pada akhirnya akan terungkap dan setiap perbuatan akan mendapatkan balasannya.
Bisikan Desa Gringsing turut dibintangi Aghniny Haque, Surya Saputra, Kiki Narendra, Wida Hesti Putri, Khiva Iskak, Nina Tamam, dan Mian Tiara. Film bergenre horor misteri ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 24 September 2026.






