News Update
Live Update Berita Terkini

ESDM Alihkan Pasokan Batu Bara untuk Atasi Gangguan Industri Semen

Selasa, 22 Sep 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Tri Winarno ketika dijumpai setelah menghadiri acara Electricity Connect 2026 yang digelar di Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)
Dengarkan dgn suara Siap
752 pembaca

BANTEN (kabarpublik.id) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya mengalihkan pasokan batu bara dari sumber lain untuk memenuhi kebutuhan industri semen yang terdampak surutnya sungai di Kalimantan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan sejumlah perusahaan semen melaporkan gangguan pasokan batu bara akibat jalur distribusi melalui sungai terkendala penurunan debit air.

“Kalau yang semen itu, ada beberapa laporan terkait pasokan yang kurang. Beberapa di antaranya karena sungai surut. Kami di Ditjen Minerba berupaya mengalihkan atau mencari pasokan dari tempat lain,” ujar Tri setelah menghadiri Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026).

Tri berharap persoalan pasokan batu bara untuk industri semen dapat segera diselesaikan. Ia menargetkan gangguan tersebut teratasi pada pekan ini atau paling lambat pekan depan.

“Mudah-mudahan selesai minggu ini atau minggu depan sudah tuntas,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot menyebut aktivitas pengangkutan batu bara di Kalimantan Timur terganggu akibat penurunan debit air sungai.

Kondisi sungai yang surut juga berdampak pada distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kalimantan. Kementerian ESDM mengidentifikasi kondisi tersebut sebagai salah satu kendala bagi kapal yang selama ini mengandalkan jalur sungai untuk mengangkut BBM.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan distribusi BBM kemudian dimitigasi dengan meningkatkan pengiriman menggunakan truk melalui jalur darat.

“Di Kalimantan ini banyak terjadi. Saat ini sungai mengalami kondisi surut sehingga kapal-kapal yang biasanya mengirimkan melalui jalur sungai terkendala dalam proses pengiriman BBM,” ujar Laode dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Namun, distribusi melalui jalur darat memiliki keterbatasan karena kapasitas angkutan truk lebih kecil dibandingkan pengiriman menggunakan jalur sungai.

Dampak penurunan debit sungai juga dirasakan di Samarinda, Kalimantan Timur. Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta masyarakat menghemat penggunaan air bersih menyusul menyusutnya debit Sungai Mahakam dan meningkatnya kadar klorida akibat kemarau panjang.

Andi Harun mengatakan kondisi Sungai Mahakam turut memengaruhi operasional sejumlah fasilitas intake air bersih di wilayah Palaran, Pulau Atas, Bukuan, dan Bantuas.

Selain debit air yang menurun, peningkatan kadar klorida menjadi perhatian karena berkaitan dengan kualitas dan kelayakan air yang didistribusikan kepada masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.