Dukung Iklim Investasi Kondusif, Komisi I DPRD Gorontalo Pastikan Perizinan PT Biomasa Lengkap

BERITA176 Dilihat

GORONTALO [kabarpublik.id] – Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo memberikan dukungan penuh kepada PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) setelah memastikan kelengkapan dokumen perizinan usaha sudah sesuai ketentuan pemerintah.

Dalam Rapat Koordinasi antara Komisi I DPRD Gorontalo dan Manajemen PT BJA di Marisa, Pohuwato, pada Selasa malam (16/1/2024), Ketua Komisi I DPRD AW Talib, menegaskan bahwa semua dokumen perizinan untuk mendukung kegiatan usaha sudah dipenuhi oleh PT BJA.

“Kami sudah mendengar penjelasan dari pihak perusahaan PT BJA dan menilai tidak ada masalah. Semua dokumen sudah disampaikan, sudah terpenuhi. Semua perizinan untuk mendukung kegiatan usaha sudah dipenuhi oleh PT BJA,” ujar AW Talib.

Diketahui, PT BJA merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengolahan woodpellet atau pelet kayu di Pohuwato, Provinsi Gorontalo, dengan hampir 1000 orang karyawan.

Perusahaan ini banyak melibatkan supplier, sehingga menjadikan perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 1000 tenaga kerja lokal.

Anggota Komisi 1 DPRD Adhan Dambea pada kesempatan itu menegaskan bahwa tujuan dirinya bukanlah mencari masalah atau menghalangi kegiatan usaha perusahaan.

“Sebenarnya semua ini tidak ada masalah. Artinya anggota DPRD tidak pernah mau menghalangi. Kami sangat mendukung usaha-usaha di Gorontalo. Bahkan kalau ada kekurangan kita lengkapi bersama, seperti pengurusan di Kementerian Penanaman Modal, Kementerian Kehutanan dan lain lain,” ungkap Adhan Dambea.

Sementara itu, Manajemen PT BJA melalui Grup Head Public Relations Heru Purnomo, menegaskan jika PT BJA beroprasi dengan dasar hukum yang kuat.

Kata Heru, keberhasilan PT BJA dalam melakukan ekspor produk pelet kayu ke sejumlah negara menjadi bukti konkret dari komitmen perusahaan terhadap aspek kepatuhan hukum termasuk kelengkapan seluruh perizinan usaha.

“Kami tidak mungkin bisa melakukan ekspor produk kalau perizinannya tidak lengkap,” ujar Heru.

Heru juga mengakui jika munculnya berita-berita negatif dan spekulatif sangat berdampak terhadap iklim investasi di Pohuwato dan Gorontalo.

Heru berharap melalui rapat koordinasi ini, pihak DPRD dapat memberikan informasi yang jelas terkait komitmen PT BJA dalam mendukung ekonomi di Gorontalo.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang positif, mengingat konsekuensi potensial terhadap kontrak ekspor ke negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan.

“Jika iklim investasi memburuk, maka akan berdampak terhadap kontrak dengan pelanggan woodpellet di Asia. Mereka mengutamakan keberlangsungan pengiriman woodpellet secara stabil dalam jangka panjang. Dan Provinsi Gorontalo sendiri memiliki potensi dapat menjadi sentra produksi woodpellet di Indonesia,” ujarnya.

“Untuk itu, kami membutuhkan dukungan dari pemerintah dan dewan agar perusahaan dapat terus berkontribusi pada ekonomi daerah,” tambah Heru Purnomo.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I AW Talib menyatakan bahwa pihaknya berusaha menciptakan kondisi investasi yang kondusif di daerah ini.

“Kami ingin menciptakan iklim investasi yang positif dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Dukungan penuh dari Komisi I DPRD Gorontalo diharapkan dapat menghapus keraguan dan memastikan kelangsungan investasi PT BJA serta kontribusinya terhadap ekonomi lokal,” ujar AW Talib.

Izin PT BJA.

Direktur Operasional PT BJA Burhanuddin mengatakan perusahaan sudah mengantongi sejumlah perizinan yang disyaratkan.

Berdasarkan surat Plt Direktur Jenderal Pengolahan Hasil Hutan Produksi Lestari No. S.164/PHPL/PPHH.HPL.3/5/2021 tanggal 5 Mei 2021, PT BJA telah memenuhi komitmen berupa: pertama, Izin Lingkungan atas nama PT. Biomasa Jaya Abadi yang diterbitkan Lembaga OSS berlaku efektif pada tanggal 12 Oktober 2020.

Kedua, Izin Lokasi yang telah berlaku efektif diterbitkan Lembaga OSS berlaku efektif pada tanggal 3 Mei 2021. Ketiga, Izin Mendirikan Bangunan sesuai Surat Kepala Dinas Penanaman Modal Kabupaten Pohuwato No. 301/139/IMB/DPM-PHWT/XI/2020 pada tanggal 20 November 2020.

Selain itu, perusahaan ini juga sudah mengantongi Izin Lingkungan PT. Biomasa Jaya Abadi yang diterbitkan Lembaga OSS berlaku efektif pada 12 Oktober 2020. Serta adanya Nota Kesepakatan antara PT Banyan Tumbuh Lestari, PT Inti Global Laksana dan PT Biomasa Jaya Abadi pada tanggal 18 Maret 2020.

“PT BJA beroperasi dengan dasar hukum yang kuat dan memiliki semua perijinan yang telah disyaratkan oleh pemerintah pusat serta daerah,” tegas Burhanuddin.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar