Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik.
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah rumah tangga ini diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Gorontalo, pada Jumat (21/06/2024).
Hadir dalam acara tersebut Ketua BKOW Provinsi Gorontalo, dr. Nurinda Rahim dan Ketua Bidang Lingkungan Hidup (LH) Sri Fatmini Bokings, serta anggota Sekolah Perempuan Desa Kelurahan Dembe, Kecamatan Kota Barat.
Dalam sambutannya, dr. Yana Yanti Suleman menekankan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang baik dan benar untuk mencegah pencemaran lingkungan.

“Setiap rumah tangga pasti menghasilkan limbah, baik organik maupun anorganik. Jika tidak diolah dengan baik, limbah ini bisa mencemari lingkungan kita. Oleh karena itu, diperlukan metode yang efektif untuk mengolah limbah, salah satunya adalah dengan membuat pupuk kompos,” ucap dr. Yana saat membuka kegiatan tersebut.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan, mulai dari teori dasar mengenai jenis-jenis sampah organik, hingga teknik pembuatan pupuk kompos dari sampah bekas.
dr. Yana Yanti Suleman mengatakan bahwa pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian. Pupuk kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

“Dengan membuat pupuk kompos sendiri, kita tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada pertanian yang lebih berkelanjutan dan produktif. Kami berharap masyarakat dapat mempraktikkan ilmu yang didapat dari sosialisasi ini di rumah masing-masing,” tandasnya.
Sosialisasi pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Gorontalo untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Dengan mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos, masyarakat tidak hanya mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas lingkungan dan pertanian di Gorontalo.





