Breaking News
Live Update Berita Terkini

Dokter Gizi Rekomendasikan Camilan Sehat untuk Menjaga Energi Saat Bergadang

Senin, 22 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ilustrasi susu almond (ANTARA/Pixabay)
Dengarkan dgn suara Siap
5.5K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Dokter spesialis gizi klinik, Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, membagikan sejumlah rekomendasi camilan sehat yang dapat dikonsumsi saat harus bangun dini hari atau bergadang.

Menurut Raissa, tubuh tidak selalu membutuhkan makanan ketika terbangun pada malam atau dini hari. Karena itu, seseorang tidak perlu makan apabila tidak merasakan lapar.

“Jika terbangun dini hari dan beraktivitas selama beberapa jam, camilan sehat dapat membantu menjaga energi dan konsentrasi,” kata Raissa saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (22/6).

Ia mengingatkan agar menghindari makanan tinggi kalori, tinggi gula, gorengan, maupun makanan berat saat bergadang. Jenis makanan tersebut berisiko menyebabkan kantuk, gangguan pencernaan, dan menurunkan kualitas istirahat.

Sebagai alternatif, Raissa menyarankan camilan yang mengandung kombinasi karbohidrat dan protein untuk membantu menjaga stamina tubuh.

“Pilih camilan seperti yogurt rendah gula, susu rendah lemak, buah-buahan, atau kacang panggang,” ujarnya.

Selain camilan sehat, Raissa juga merekomendasikan susu sebagai pilihan minuman saat bergadang. Meski tidak dapat menghilangkan dampak kurang tidur, susu dinilai lebih baik dibandingkan minuman tinggi gula.

Susu mengandung protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian. Minuman ini juga memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan minuman manis biasa.

Namun demikian, Raissa menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan tidur tetap menjadi faktor utama untuk menjaga kesehatan tubuh.

“Yang terpenting adalah menjaga total asupan gizi seimbang dan memenuhi kebutuhan tidur yang cukup,” katanya.

Raissa juga mengimbau masyarakat untuk membatasi konsumsi kafein beberapa jam sebelum waktu tidur. Konsumsi kafein berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur dan memicu efek samping seperti jantung berdebar.

Menurutnya, orang dewasa sehat umumnya disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 400 miligram kafein per hari atau setara sekitar tiga hingga empat cangkir kopi seduh. Meski demikian, tingkat toleransi terhadap kafein dapat berbeda pada setiap individu.

“Batas konsumsi kafein dapat bervariasi tergantung kondisi dan sensitivitas masing-masing orang,” ujar dokter yang berpraktik di RS MMC tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.