Laporan : Hidayat Mokambu (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba
KABUPATEN GORONTALO [KP] – Sampai dengan hari ini, hujan masih terus mengguyur wilayah Provinsi Gorontalo.
Hal ini tentunya sangat berdampak pada keruhnya air yang ada di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) khususnya Kabupaten Gorontalo.
Biasanya, penggunaan tawas hanya diperlukan kisaran 20% – 30% saja. Namun, apabila dalam cuaca buruk seperti sekarang ini, pihak PDAM Kabupaten Gorontalo membutuhkan bahan kimia aluminium sulfat mencapai hingga 100% untuk menjaga kualitas air.
Bahkan, lebih parahnya lagi, akibat meningkatnya curah hujan, bangunan penangkap air (Intake), salurannya sering terjadi penyumbatan yang diakibatkan oleh masuknya lumpur kedalam mesin pengolahan, dan resiko terburuknya aliran air sampai mati total.
Hal ini diuraikan oleh Direktur PDAM Kabupaten Gorontalo, Selvian Rivo Hiola kepada media kabarpublik.id, Minggu (28/06/2020).
“Seperti saat ini, Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang ada di Tabongo dan Bulota mengalami penyumbatan. Merespon hal itu, biasanya kami dari pihak PDAM langsung bertindak cepat sehingga air yang mati hanya beberapa jam saja,” ucapnya.

Menurut Rivo, yang menjadi kendala dalam penanganan ini, apabila penyumbatan terjadi pada malam hari, sehingganya para petugas harus menunggu pagi untuk menstabilkan jalannya air.
Olehnya, Rivo mengimbau untuk wilayah Tabongo dan Bulota, agar dapat menampung air disaat curah hujan meningkat demi mengantisipasi terjadinya penyumbatan di Intake. #[KP].







