Breaking News
Live Update Berita Terkini

Cabut Laporan, Pertikaian Jefri dan Martogi Br Sinaga Berakhir Damai di Mapolres Labuhanbatu

Rabu, 1 Jul 2026
Editor: Eky
Penulis: Husin Mubarok
Dengarkan dgn suara Siap
4.3K pembaca

LABUHANBATU (kabarpublik.id) – Sengketa kepemilikan lembu yang sempat viral di media sosial dan memunculkan narasi dugaan keterlibatan oknum TNI akhirnya diselesaikan secara damai. Kedua pihak yang berselisih, Jefri dan Martogi Br Sinaga, sepakat mengakhiri permasalahan melalui mediasi di Mapolres Labuhanbatu, Selasa malam (30/6/26).

Kesepakatan damai tersebut menandai berakhirnya polemik yang sempat menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Dalam proses mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan, mencabut laporan yang telah diajukan kepada kepolisian, serta berkomitmen untuk tidak lagi memperpanjang persoalan di masa mendatang.

Proses mediasi difasilitasi oleh Polres Labuhanbatu bersama Kodim 0209/Labuhanbatu. Langkah tersebut dinilai berhasil menghasilkan penyelesaian yang dapat diterima semua pihak tanpa harus melanjutkan sengketa ke proses hukum yang lebih panjang.

Sebelumnya, kasus ini menjadi sorotan setelah beredarnya video di media sosial yang menarasikan dugaan pencurian lembu dan mengaitkannya dengan anggota TNI. Narasi tersebut memicu berbagai reaksi publik hingga akhirnya dilakukan klarifikasi oleh pihak-pihak terkait.

Martogi Br Sinaga menjelaskan bahwa persoalan tersebut bermula dari perbedaan persepsi mengenai kepemilikan dan penandaan ternak yang kemudian berkembang menjadi sengketa hukum.

“Saya, Martogi Br Sinaga, menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait video viral tentang dugaan pencurian lembu yang dikaitkan dengan satu kompi TNI. Kami mengakui terdapat kekeliruan pandangan terkait kepemilikan dan penandaan lembu antara saya dan saudara Jefri,” ujar Martogi kepada wartawan didampingi kuasa hukumnya.

Martogi juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul akibat persoalan tersebut serta mengapresiasi upaya mediasi yang dilakukan aparat.

“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Kami juga berterima kasih kepada Dandim 0209/Labuhanbatu dan Kapolres Labuhanbatu yang telah memfasilitasi mediasi sehingga permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Selain itu, Martogi turut menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran TNI yang sempat dikaitkan dalam persoalan tersebut.

Sementara itu, Jefri juga menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya video yang menimbulkan persepsi adanya keterlibatan oknum TNI dalam sengketa tersebut.

“Kami memohon maaf atas video viral yang beredar terkait narasi adanya oknum TNI yang mencuri lembu. Setelah dilakukan klarifikasi, dapat dipastikan bahwa hal tersebut merupakan kesalahpahaman yang muncul akibat sengketa hukum antara para pihak,” ujar Jefri didampingi kuasa hukumnya.

Menurut Jefri, persoalan tersebut dipicu oleh kekeliruan dan kesalahpahaman terkait penandaan ternak.

“Hari ini kami menerima penyelesaian ini dengan ikhlas dan berlapang dada. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyelesaian perkara ini,” ujarnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP M. Jihad Fazar Balman, menjelaskan bahwa proses perdamaian berlangsung atas dasar kesadaran dan itikad baik dari kedua belah pihak.

“Kedua pihak hadir di Polres Labuhanbatu dengan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Setelah melalui proses mediasi, kedua pihak sepakat berdamai dan mencabut laporan yang sebelumnya telah disampaikan,” kata AKP M. Jihad Fazar Balman.

Ia menambahkan, kesepakatan tersebut sekaligus mengakhiri sengketa yang sempat menjadi perhatian masyarakat.

“Dengan adanya kesepakatan ini, kedua pihak menyatakan tidak akan lagi mempermasalahkan perkara tersebut di kemudian hari serta berkomitmen menjaga hubungan yang baik dan kondusif,” tambahnya.

Selain mencapai kesepakatan damai, kedua pihak juga secara resmi telah mencabut laporan yang sebelumnya diajukan kepada kepolisian.

No More Posts Available.

No more pages to load.