Breaking News
Live Update Berita Terkini

Belum Miliki Mesin Cetak, Kepala KUA Harap Permintaan Dapat Direalisasikan

Jumat, 19 Nov 2021
Editor:
Dengarkan dgn suara Siap
11.7K pembaca

Laporan : Yadi
Editor : YR

MALUKU UTARA [Kabarpublik.id] – Masyarakat Kecamatan Ternate Pulau hingga saat ini belum memiliki kartu nikah. Pasalnya Kantor Urusan Agama (KUA) Pulau Ternate belum memiliki  mesin cetak.

Hal Ini disampaikan langsung oleh Kepala KUA Ternate Pulau, Hidayat Taufik.

“Di tahun 2021 ini, pemerintah sudah memberikan kartu nikah, namun kami punya  kartu nikah itu belum diberikan bersamaan  dengan buku nikah kepada calon pengantin setelah menikah, sebab kartu nikah tersebut belum bisa di cetak karena belum ada alat percetakan,” ucap Hidayat dikantor, Kamis  (18/11/2021).

Sehingga kemarin dari pihak pemerintah Kota  Ternate,  ia  katakan, menyarankan pihaknya  apabila  pernikahan  itu  sudah dilaksanakn, maka buku nikah  langsung diserahkan sekalian dengan kartu nikah.

“Memang  kartu nikah  sudah ada, hanya saja   kami   KUA   Ternate   Pulau   harus mncetak  kartu  nikah. Kan sementara ini  kami di  KUA  tinggal  mesin  percetakan saja  yang   belum   ada,  sehingga  pada saat  ada  warga  yang setelah  menikah, kita baru memberikan  buku nikah belum bersamaan dengn kartu nikah,”bebernya.

Dirinya berujar,  jadi masyarakat yng ada di  Kelurahan Jambula, Ternate  Pulau ini belum memiliki  Kartu Nikah (KN)  masih menggunakan   buku   nikah. Tapi   untuk  pelayanan di KUA Ternate  Pulau  sendiri sudah    diupayakan.  Bahwa    di   setiap pernikahan langsung  memberikan buku nikah   kepada  calon  pengantin  (Catin).

Dan tidak  bisa lagi  menjanjikan apabila  nikah  itu  harus  nanti  kita  memberikan buku   nikah   tersebut   dari  belakangan tidak. Tetapi pernikahan  itu dilaksanakn setelah 10 hari  sebelum dilaporkn, insya Allah buku nikah  itu  disertakan  dengan kartu nikah kepada  Catin. Dan itu sudah diupayakan      dari     tahun     yang   lalu.

“Kami di KUA ini sudah memakai  sistem aplikasi  SIMKA, yaitu  fungsinya  supaya lebih mempermudah kita  melaksanakan pernikahan.  Bukan   hanya  itu  saja, tapi juga penyetoran  biaya-biaya  nikah, baik itu ke  kantor  Pos, maupun  ke  Bank. Itu pun   harus   diawali   dengan   membuat lembar   penyetoran  ke  kantor  pos  dan Bank,  sehingga   disana  mempermudah   untuk  pelaksanaan  penyetoran,” ungkap  Hidayat.

Selain  itu, rata-rata  KUA  ini biaya nikah, kata dia,pihaknya menyetor lewat kantor pos, sebab  lebih  dekat. Setelah  di setor baru dilakukan  pencetakan  kartu nikah-Nya. Karena sudah  menggunakan lewat SIMKA, tanpa  ditulis  lagi, jadi  langsung dicetak.

Saat disentil kapan alat percetakan akan  dimiliki oleh KUA  Ternate Pulau, Hidayat   mengatakan,  insyallah  pihaknya  masih  menunggu   dari    pemerintah,   mungkin melalui   dari  Kementerian  Agama  Kota Ternate, selanjutnya nanti ditindaklanjuti dari    hasil   rapat  tahun  2020  kemarin.

“Jadi  hal  ini   sudah  disampaikan tahun kemarin. Harapan saya insyallah mudah-mudahan  apa  sudah  kami   sampaikan lewat   rapat   itu    dapat   direalisasikan,  karena  pelayanan  KUA  itu, ketika  tidak diikuti dengan  fasilitas, maka pelayanan juga pasti akan terganggu  atau  lambat,”  jelas Hidayat.

“Olehnya  itu,  kami  KUA  Ternate   Pulau sangat   berharap    kepada   pemerintah, terutama    Kementerian    Agama    Kota Ternate bahwa, selain   alat    percetakan kartu  nikah, kalau  boleh  juga  diberikan leptop. Mudah-mudahan nanti kami juga  akan   kembali     berkoordinasi    dengan Kementerian  Agama terkait  dengan  hal ini,” ujar Hidayat. #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.