Komando tersebut menambahkan bahwa Iran tidak akan mengizinkan Amerika Serikat ikut campur dalam urusan di sekitar Selat Hormuz.
Pada Selasa malam, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.
Selanjutnya pada hari itu, komando tersebut mengatakan telah menyelesaikan operasi, menghantam lebih dari 80 target Iran, termasuk sistem pertahanan udara, sistem rudal anti-kapal, dan perahu-perahu kecil Korps Garda Revolusi Islam.
Komando Pusat AS (CENTCOM), Selasa malam (7/7), mengatakan militer AS telah melakukan rangkaian serangan balasan baru terhadap Iran sebagai balasan atas serangan terbaru Iran terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz.
CENTCOM mengeklaim telah menyelesaikan operasi tersebut, dengan menargetkan lebih dari 80 sasaran Iran, termasuk sistem pertahanan udara, sistem rudal anti-kapal, dan kapal-kapal kecil IRGC.
“Sebagai respons awal atas agresi tersebut, pasukan angkatan laut dan udara IRGC melakukan operasi gabungan dan menyerang 85 fasilitas penting militer AS di Armada ke-5 Angkatan Laut AS di pelabuhan Salman di Bahrain, serta pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait dengan menggunakan drone dan rudal,” demikian menurut pernyataan IRGC, seperti dikutip kantor berita Fars.
Militer Iran juga dilaporkan telah menembak jatuh sebuah drone MQ-9 Amerika.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti (ant)







