JATIM (kabarpublik.id) – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara melakukan kunjungan kerja ke sejumlah unit vertikal Kementerian Keuangan di Mojokerto dan Madiun, Jawa Timur, Rabu (11/2/26).
Dalam agenda tersebut, ia mengapresiasi capaian kinerja tahun 2025 yang melampaui target sekaligus memberikan arahan menghadapi tantangan fiskal 2026.
Suahasil menilai unit-unit Kemenkeu di wilayah tersebut berhasil menunjukkan performa positif dalam mengawal pelaksanaan APBN. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Mojokerto tercatat mampu merealisasikan penerimaan lebih dari 100 persen target. Sementara itu, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Mojokerto dinilai berhasil meningkatkan efisiensi pengelolaan belanja negara melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Di sisi lain, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Madiun mencatat keberhasilan dalam penindakan rokok ilegal dengan total barang bukti mencapai 8,7 juta batang.
Dalam arahannya, Wamenkeu menegaskan pentingnya integritas sebagai fondasi utama pengelolaan keuangan negara. Ia mengingatkan seluruh jajaran Kemenkeu agar menjaga profesionalisme dan dedikasi guna mempertahankan kepercayaan publik.
“Kita harus memastikan integritas menjadi pilar utama dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan,” tegas Suahasil.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi kerja. Di KPPN Mojokerto, misalnya, pengelolaan dana APBN sebesar Rp1,77 triliun dapat ditangani secara efektif oleh 18 pegawai berkat dukungan sistem informasi yang terintegrasi.
Selain itu, Suahasil meminta seluruh unit untuk memperkuat koordinasi dan pertukaran data lintas Eselon I. Sinergi tersebut dinilai penting agar pengelolaan APBN di daerah semakin optimal dan responsif terhadap dinamika ekonomi.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Keuangan memastikan pengelolaan fiskal yang akuntabel, efisien, dan berintegritas dalam mendukung pembangunan nasional.





