Laporan : Jaringan Berita SMSI
Editor : Mahmud Marhaba
WONGGARASI [KP] – Jembatan kayu dengan panjang 9 meter berada di desa Wonggarasi Timur ambruk. Akibatnya, akses penghubung ke lahan pertanian putus total. Ambruknya jembatan diduga sering dilewati kendaraan yang berkapasitas besar dan melebihi muatannya.
Kondisi jembatan sebagai urat nadi pertanian itu ditinjau langsung Wakil Bupati, Amin Haras Selasa (07/05/2019). Didampingi Assisten Bidang Ekonomi Pembangunan, Rusmiyati Pakaya, Camat Wanggarasi dan Kades Wonggarasi Timur, Wabup memerintahkan tim dari Dinas PU untuk melihat langsung jembatan tersebut serta dapat menghitung harga atau nilai dari jembatan ini.
“Kalau nilainya kecil kita upayakan masuk pada APBD-Perubahan 2019. Bila anggarannya atau nilainya besar maka akan dimasukkan pada APBD 2020, apalagi jembatan ini memiliki panjang kurang lebih 9 meter, belum lagi jembatan ini lintasan kenderaan yang mengangkut hasil panen berupa jagung, sehingga perlu diperbaiki dengan baik dan bisa digunakan lebih lama oleh para petani,” ungkap Wabup Amin Haras.
Kades Wonggarasi Timur menegaskan jika jembatan tersebut putus akibat dilewati oleh mobil bermuatan jagung dengan berat kurang lebih 9 ton. Sementara kapasitas jembatan hanya mampu untuk dilewati kendaraan berkapasitas 6 ton.
“Jadi begitu mobil tersebut melintas maka jembatan kayu itu langsung roboh sekalian mobilnya jatuh ke dalam sungai kecil,” ungkap Kades Wonggarasi Timur.#[KP/Humas/Jundi]





