Breaking News
Live Update Berita Terkini

Tuchel Sangat Memuji Mentalitas Timnas Inggris

Minggu, 19 Jul 2026
Editor: Jamalul Insan
Inggris sukses mengamankan tempat ketiga Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis 6-4 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Miami, Amerika Serikat pada Minggu. (X/FIFAWorldCup)
Dengarkan dgn suara Siap
4.7K pembaca
MIAMI   (Kabarpublik.id) – Pelatih Inggris Thomas Tuchel memberikan pujian setinggi-tingginya untuk mentalitas timnya yang mampu bangkit meraih kemenangan 6-4 atas Prancis pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 setelah kekalahan menyakitkan di semifinal dari Argentina dengan skor 1-2.

Kemenangan Inggris yang dihiasi hujan gol di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu, dibintangi oleh Bukayo Saka yang mencetak hattrick atau trigol.

Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel saat pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat, pada 11 Juli 2026. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

“Saya memberikan pujian setinggi-tingginya kepada mentalitas para pemain yang mampu bangkit setelah menghadapi situasi sulit,” kata Tuchel, dikutip dari laman resmi timnas Inggris, Minggu.

Sebelum laga, Tuchel mengakui sejak awal dirinya khawatir dengan kondisi fisik para pemain saat menghadapi Prancis, tim yang mendapatkan keuntungan karena memiliki waktu istirahat lebih banyak daripada Inggris.

“Mereka memiliki jadwal yang lebih menguntungkan karena mendapat waktu istirahat satu hari lebih lama setelah semifinal, ditambah perjalanan mereka jauh lebih pendek dibanding kami,” kata Tuchel.

“Kami harus bermain di cuaca panas, dataran tinggi, dan berbagai kondisi lainnya sepanjang turnamen. Saya memang cemas secara fisik, dan Anda bisa melihat sendiri para pemain mengalami kram dan kelelahan pada babak kedua,” tambah dia.

Kemenangan ini adalah pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir setelah menjadi juara pada 1966. Sebelum menjadi tim peringkat ketiga, pencapaian terbaik The Three Lions adalah menempati peringkat keempat pada 1990 dan 2018.

Pelatih asal Jerman itu juga menegaskan kemenangan atas Prancis merupakan langkah awal bagi Inggris untuk mengejar negara-negara elite dunia.

Selain itu, kata dia, kemenangan ini juga memberinya kembali semangat setelah kekalahan dari Argentina dimana taktiknya dihujani banyak kritikan.

“Rasa lelah mungkin baru akan benar-benar terasa setelah turnamen selesai. Besok kami masih akan merasakan sakit karena gagal mencapai final, dan perasaan itu akan bertahan cukup lama. Namun secara keseluruhan, pertandingan ini memberi saya lebih banyak energi daripada mengurasnya,” tutup dia. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.