TP PKK Kabupaten Gorontalo Gencarkan Program Anti Narkoba dan Pemanfaatan Lahan Pekarangan

BERITA, DAERAH, GORONTALO50 Dilihat

GORONTALO [kabarpublik.id] – Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo secara intens menggelar kegiatan sosialisasi Fasilitator Ketahanan Keluarga Anti Narkoba.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk memperkuat ketahanan keluarga serta menjaga generasi muda dan masyarakat umum dari bahaya narkoba.

Kegiatan yang akan menyasar diseluruh wilayah Kecamatan ini dirangkaikan dengan program  Hatinya PKK melalui Gerakan pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam Barito, sayur-sayuran, serta kacang-kacangan.

Gerakan ini telah dimulai dari wilayah Bolihohuto Cs, yakni Asparaga, Tolangohula, Boliyohuto, dan Motilango, pada Selasa (21/05/2024).

Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo, Fory Naway, menjelaskan bahwa pembekalan fasilitator ketahanan keluarga ini merupakan tindak lanjut dari program PKK pusat, tingkat provinsi, dan program BNN pusat.

“Pada kegiatan ini, kami akan membentuk fasilitator ketahanan anti narkoba di wilayah kecamatan dan desa,” kata Fory Naway.

Fory menambahkan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TP PKK Kabupaten Gorontalo terhadap masyarakat, terutama generasi muda, dalam rangka memerangi penggunaan narkoba.

“Dengan adanya fasilitator anti narkoba di wilayah kecamatan dan desa, kami percaya ini adalah langkah konkret memerangi penggunaan narkoba di masyarakat, khususnya dengan memulai dari ketahanan keluarga,” ujar Fory Naway.

Selain itu, terkait dengan gerakan menanam, Fory Naway menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.

“Gerakan menanam ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan lahan yang ada secara produktif. Sasarannya selain bernilai ekonomi juga untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga,” ucapnya.

Fory Naway juga menyampaikan sejumlah program majelis taklim, dengan program utama kajian Al-Qur’an, edukasi tata cara sholat, dan pengembangan gerakan wisata dakwah.

“Kegiatan kajian Al-Qur’an dan pembelajaran tata cara sholat jamaah antara magrib dan isya termasuk dalam wisata dakwah. Nanti peserta akan belajar sholat tahajud, dan sambil menunggu sholat subuh diisi dengan dzikir hingga pelaksanaan sholat dhuha. Wisata dakwah ini akan dimulai oleh majelis taklim Tolangohula,” tandasnya.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar