Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, melaksanakan pemantauan langsung terhadap stok dan harga kebutuhan bahan pokok, khususnya beras, pada Rabu (28/02/2024).
Dari hasil monitor lapangan, Ismail Madjid mengungkapkan harga beras mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 600 ribu menjadi Rp 800 ribu per koli.
“Khusus untuk beras lumayan kenaikannya. Yang tadinya Rp 600 ribu, sekarang naik diatas Rp 800 ribu per koli,” ungkap Sekda Ismail.
Ismail katakan bahwa kenaikan harga beras ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya gagal panen akibat banjir dan musim kekeringan. Dua faktor ini memberikan dampak serius terhadap produksi beras di Gorontalo.

“Dari hasil rapat tadi, ada beberapa penyebab, yakni dua kali gagal panen akibat banjir yang melanda pada Bulan Maret dan musim kekeringan yang terjadi pada bulan November. Hal ini yang membuat produksi beras di Gorontalo menurun,” ujarnya.
Meski begitu, Ismail memastikan bahwa stok beras di Kota Gorontalo masih cukup tersedia.
“Untuk stok beras di Bulog, masih tersedia kurang lebih 3.300 ton. Kemudian juga di distributor Manggala Utama, stok beras premium masih cukup tersedia. Intinya, stok beras di Kota Gorontalo aman,” ucapnya.
Terakhir, Sekda Ismail menambahkan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo berkomitmen untuk terus memantau dan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu langkah strategis itu, yakni melaksanakan pasar murah bagi masyarakat.
“Selain itu, kami juga akan melaksanakan pendistribusian cadangan beras pemerintah. Kami berharap upaya-upaya ini dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok bagi masyarakat,” pungkasnya.






