News Update
Live Update Berita Terkini

Rupiah Menguat Tipis Seiring Penurunan Harga Minyak Dunia

Selasa, 3 Nov 2026
Editor: Jamalul Insan
Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat pagi melemah 83 poin atau 0,46 persen menjadi Rp18.021 per dolar AS, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp17.938 per dolar AS. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/kye
Dengarkan dgn suara Siap
2.7K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa, bergerak menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp18.149 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.156 per dolar AS.

Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan kurs rupiah berpotensi menguat terbatas seiring penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup besar.

“Rupiah diperkirakan masih berfluktuatif dalam rentang ketat dengan potensi menguat terbatas didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup besar oleh harapan pembicaraan damai Timteng (Timur Tengah),” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Mengutip Anadolu, minyak mentah Brent turun 105 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak awal Oktober per Senin (2/11), dengan penurunan hampir 8 persen seiring meredanya kekhawatiran mengenai gangguan pasokan minyak berkat diplomasi antara AS dan Iran.

Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, diperdagangkan pada harga 104,43 dolar AS per barel pada pukul 17.00 GMT, turun 7,94 persen. West Texas Intermediate (WTI), minyak acuan Amerika Serikat, turun 7,62 dolar AS per barel atau 7,32 persen menjadi 96,50 dolar AS per barel.

Menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Mojtaba Khamenei telah menyetujui upaya pemerintah untuk menegosiasikan pengakhiran konflik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pada hari Senin (2/11) bahwa Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi telah bertukar pesan dengan pihak Washington melalui mediator Qatar di Doha. Baghaei menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan menuntut Amerika Serikat untuk mencabut blokade angkatan lautnya terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Sabtu (31/10) bahwa Presiden AS Donald Trump lebih memilih penyelesaian melalui jalur diplomasi dan belum memutuskan apakah akan memerintahkan serangan baru terhadap Iran.

Di samping itu, investor disebut masih berhati-hati di tengah pekan ini yang padat data ekonomi dan mengantisipasi pemilu legislatif paruh waktu AS pada bulan ini.

“Data AS di antaranya data pekerjaan Jolt dan NFP serta data ISM, dari domestik investor menantikan data PDB (Produk Domestik Bruto) kuartal III Indonesia pada hari Kamis. PDB YoY (year on year) Indonesia diperkirakan 5,2 persen, turun dari 5,29 persen, sedangkan QoQ (quarter over quarter) tumbuh 1,3 persen, lebih rendah dari 3,73 persen sebelumnya,” ungkap Lukman.

Pergerakan rupiah juga dinyatakan masih akan didikte oleh sentimen di pasar ekuitas yang masih lemah.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp18.100-Rp18.200 per dolar AS. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.