Maka dari itu, dia pun berharap pemerintah bisa segera menunjuk Kepala BGN sebagai pimpinan lembaga pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut. Sosok yang dipilih, kata dia, harus yang terbaik untuk Indonesia.
“Semoga penggantinya nanti terbaik untuk BGN dan bisa mengevaluasi dan memperbaiki kinerja dari BGN. Saya yakin pasti nanti yang terbaik untuk evaluasi selanjutnya,” kata Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
Dia pun mengaku baru pagi hari ini mendengar kabar pengunduran diri Nanik. Pemerintah, kata dia, harus cepat mengisi kekosongan jabatan itu karena BGN kini tengah melakukan perbaikan tata kelola.
Terkait wacana pembentukan Dewan Pengawas BGN, dia pun belum mengkaji lebih dalam hal tersebut. Namun, dia berharap apapun kebijakan yang dilakukan, harus diarahkan untuk perbaikan lembaga demi program yang lebih baik untuk anak-anak Indonesia.
“Kita lihat aja, yang paling penting adalah bagaimana nantinya BGN bisa memperbaiki kinerjanya,” kata dia.
Sebelumnya, Nanik S Deyang telah mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan, seperti yang dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan.
“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Yuza seperti yang dikonfirmasi dari Jakarta pada Rabu. (ant)





