JAKARTA (kabarpublik.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan terjadi di wilayah DKI Jakarta pada 6–12 Maret 2026.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti banjir, genangan, dan peningkatan debit air di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut.
Menurutnya, kesiapan masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko bencana, terutama di wilayah yang rawan genangan dan banjir.
Warga Diminta Pantau Informasi Resmi
BPBD DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketinggian air melalui kanal informasi resmi.
Pemantauan dapat dilakukan melalui laman bpbd.jakarta.go.id/waterlevel untuk melihat tinggi muka air, serta pantaubanjir.jakarta.go.id yang menyajikan pembaruan informasi banjir di Jakarta.
Selain itu, masyarakat disarankan menyiapkan perlengkapan darurat seperti payung, jas hujan, serta tas siaga bencana untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Layanan Darurat 112 Siap Siaga
Isnawa juga mengingatkan warga agar segera menghubungi call center Jakarta Siaga 112 apabila menghadapi situasi darurat atau membutuhkan bantuan.
Layanan tersebut beroperasi selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
BPBD DKI Jakarta memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem di wilayah ibu kota.





