Produktivitas Kentang Kerinci Naik 8,76 Persen, Kementan Dorong Hilirisasi dan Perluasan Pasar

Sabtu, 31 Jan 2026
Petani sedang panen kentang. (sumber: pertanian.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
17.3K pembaca

KERINCI (kabarpublik.id) – Produktivitas kentang di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada 2025 tercatat meningkat signifikan sebesar 8,76 persen. Kenaikan ini mendorong peningkatan produksi dan pasokan ke pasar.

Menyikapi capaian tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penguatan hilirisasi dan perluasan akses pasar agar peningkatan produksi di tingkat petani diikuti dengan kenaikan nilai tambah dan pendapatan.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Berdasarkan Statistik Pertanian Hortikultura per 29 Januari 2026, produktivitas kentang di Kabupaten Kerinci meningkat dari 16,7 ton per hektare pada 2024 menjadi 18,2 ton per hektare pada 2025.

Kondisi iklim selama musim tanam 2025 dinilai cukup mendukung budidaya tanaman umbi, sehingga sejumlah sentra produksi memasuki masa panen raya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Radium Halis, mengatakan Kerinci merupakan salah satu sentra utama kentang di Provinsi Jambi dan kawasan Sumatera. Produksi kentang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kayu Aro Barat, Gunung Tujuh, Kayu Aro, dan Gunung Kerinci.

“Sepanjang 2025, produksi kentang Kerinci mencapai 131.387 ton dengan luas panen sekitar 7.212 hektare. Kami terus mengupayakan perluasan akses pasar antar daerah agar harga di tingkat petani tetap menguntungkan,” ujar Halis, Sabtu (31/1/26).

Selain memperluas pasar, Pemkab Kerinci bersama Kementerian Pertanian juga menguatkan sektor hulu melalui pengembangan planlet kentang di Balai Benih Induk Kentang Kayu Aro. Fasilitas ini ditargetkan menghasilkan benih kentang kelas G0 yang akan disalurkan kepada petani penangkar.

“Langkah ini sejalan dengan program unggulan Bupati Kerinci untuk meningkatkan kemandirian benih dan produktivitas petani,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, menyatakan produksi kentang nasional, khususnya jenis kentang sayur varietas granola, saat ini dalam kondisi sangat mencukupi.

“Data sementara menunjukkan produksi kentang nasional sepanjang 2025 mencapai 1.235.939 ton dengan luas panen 67.758 hektare. Sentra produksinya tersebar dari Sumatera hingga Sulawesi, dan mayoritas merupakan kentang sayur varietas granola yang kebutuhan domestiknya sudah terpenuhi,” jelas Agung.

Menurutnya, Kementerian Pertanian mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas produksi dan harga melalui berbagai terobosan.

Upaya tersebut meliputi pemberdayaan BUMD atau jejaring pelaku usaha, pengembangan produk olahan berbasis kentang, serta kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis.

“Hilirisasi dan perluasan pasar adalah langkah konkret untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat kesejahteraan petani kentang. Ini membutuhkan kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya hilirisasi komoditas pertanian lokal sebagai kunci transformasi sektor pertanian nasional.

“Hilirisasi adalah kunci peningkatan nilai tambah. Dengan komitmen kuat, dalam 10 tahun ke depan Indonesia berpeluang menjadi negara superpower berbasis pertanian,” tegas Mentan Amran.

No More Posts Available.

No more pages to load.