Breaking News
Live Update Berita Terkini

PLN Tingkatkan Keandalan Listrik Jamali Lewat Modernisasi SCADA-EMS

Jumat, 17 Jul 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
4.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pengatur Beban Jawa, Madura, Bali (UIP2B Jamali) terus melakukan transformasi sistem pengendalian kelistrikan melalui modernisasi Supervisory Control and Data Acquisition–Energy Management System (SCADA-EMS).

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital PLN untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung percepatan transisi energi nasional.

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menjelaskan bahwa modernisasi dilakukan karena sistem SCADA-EMS yang digunakan sejak 2005 telah memasuki masa end of life, sehingga tidak lagi mendapat dukungan perangkat keras maupun perangkat lunak dari pabrikan.

“Kebutuhan sistem kelistrikan saat ini semakin kompleks. Kami harus mampu mengakomodasi pertumbuhan beban, digitalisasi operasi, hingga integrasi pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Karena itu, modernisasi menjadi langkah yang sangat penting,” ujar Munawwar.

Salah satu perubahan utama adalah beralihnya sistem pengendalian dari model regional menjadi terpusat (centralized). Seluruh kendali sistem kini dipusatkan di Main Control Center (MCC) Gandul, Depok, dengan Disaster Recovery Center (DRC) di Ungaran sebagai pusat cadangan, sehingga pengoperasian sistem menjadi lebih terintegrasi dan andal.

SCADA-EMS generasi terbaru juga dibekali berbagai fitur canggih, seperti Automatic Dispatch System, Digital Twin, predictive forecasting tools yang berbasis prakiraan cuaca, hingga penguatan cyber security. Teknologi tersebut memungkinkan PLN mengantisipasi gangguan lebih cepat serta mendukung integrasi pembangkit EBT yang terus meningkat.

Munawwar menambahkan, proses migrasi dari sistem lama ke sistem baru telah berhasil dilaksanakan pada 3 Juni 2026 dan kini memasuki tahap operasi paralel. Seluruh tahapan dilakukan secara bertahap dengan berbagai mitigasi risiko agar tidak mengganggu kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan. Implementasi penuh ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Selain pembaruan teknologi, PLN juga memperkuat kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi, serta kerja sama dengan berbagai lembaga internasional. PLN turut melakukan benchmarking dengan operator sistem tenaga listrik di Amerika Serikat, Denmark, Australia, dan Jerman guna mengadopsi praktik terbaik dalam pengelolaan sistem kelistrikan modern.

Ke depan, PLN juga mulai memanfaatkan Machine Learning, Big Data, dan Predictive Analytics untuk mendukung perencanaan operasi, analisis beban, serta evaluasi gangguan secara lebih cepat dan akurat.

Menurut Munawwar, transformasi ini diharapkan menjadi fondasi dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi sekitar 160 juta masyarakat di wilayah Jawa, Madura, dan Bali.

“PLN berkomitmen terus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan melalui transformasi teknologi. Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaatnya melalui pasokan listrik yang semakin stabil dengan gangguan yang semakin minim. Transformasi ini merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan,” tutup Munawwar.

No More Posts Available.

No more pages to load.