“Faktor usia bangunan material yang sudah tua dan lapuk serta usia bangunan sejak tahun 2015,” kata Kasatgas BPBD Jakarta Selatan Sukendar saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Sukendar mengatakan dari hasil asesmen tembok tersebut usia bangunan sudah tua dan lapuk serta bagian bawah tembok terkikis air, sehingga disarankan untuk menghindari akses jalan agar tidak membahayakan masyarakat sekitar.
Dia mengatakan kejadian awal tembok sekolah roboh pada Senin (4/5) malam pukul 22.00 WIB dan ditangani pukul 22.30 WIB.
Mengetahui hal itu, kepala sekolah melaporkan ke RT dan RW setempat telah terjadi bangunan roboh di bagian tembok belakang SDN Tebet Barat 08.
Selanjutnya RT dan RW berkoordinasi dengan pihak kelurahan selanjutnya dilakukan penanganan sementara oleh pihak Kelurahan Tebet Barat.
Adapun saat ini penanganan masih berlangsung dengan memasang karung, terpal dan pengangkutan puing bangunan.
Pihaknya memastikan tidak ada korban dan pengungsian serta berkoordinasi dengan unit kerja perangkat daerah (UKPD) terkait. Kerugian juga masih dalam tahap pendataan.
“Objek kejadian, yakni lima petak bangunan sekolah dan area kantin,” ucap dia. (ANT)







