News Update
Live Update Berita Terkini

Pemprov Malut Gelar Rakor dan Evaluasi Pembangunan Pertanian Tahun 2022/2023

Rabu, 28 Des 2022
Editor:
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsudin Abdul Kadir. (Foto : Ilustrasi)
Dengarkan dgn suara Siap
9.3K pembaca

Laporan : Yadi
Editor : YR

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Penyelenggaraan evaluasi kegiatan 2022 dan persiapan kegiatan 2023 ini mempunyai arti penting dan strategis dalam rangka mencari masukan guna mengevaluasi kegiatan tahun 2022 dan menyusun persiapan kegiatan pembangunan pertanian 2023 untuk mencapai visi-misi, tujuan dan sasaran program kegiatan.

Melalui evaluasi kegiatan 2022 dan persiapan kegiatan tahun 2023 ini diharapkan dapat dilakukan sinkronisasi agenda dan prioritas pembangunan khususnya di bidang pertanian, baik yang memerlukan dukungan pendanaan APBD, Kabupaten Kota, Provinsi maupun APBN.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin Abdul Kadir dalam sambutannya pada saat membuka rapat koordinasi dan evaluasi Pembangunan Pertanian tahun 2022/2023 dengan resmi di Hotel Vellia Ternate, Rabu (28/12/2022).

“Pembangunan di bidang pertanian tidak hanya bisa ditumpukan kepada pemerintah daerah semata, tapi juga diperlukan peran masyarakat, stekholder bidang pertanian dan unsur – unsur lainnya. Untuk itu, dalam kegiatan rapat ini para peserta secara aktif dapat menyampaikan ide, gagasan, dan saran sebagai masukan dalam rangka pembangunan bidang pertanian khususnya untuk tahun 2023,” ucapnya.

Selain itu dirinya menyatakan, mengarahkan pada fokus program untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, melalui sektor pertanian dengan lebih mengutamakn pada pengembangn produk – produk unggulan daerah yang dapat diarahkan ke Industri pengolahan. Dalam rangka mengimplementasikan pembangunan pertanian melalui pembangunan pertanian unggulan.

“Baik tanaman pangan, Hortikultura, perkebunan dan peternakan yang berdaya saing dan berkelanjutan dapat mensinergikan ke prioritas kegiatan nasional, terutama yang fokus pada pengendalian inflasi daerah, yaitu pengendalian penyakit mulut, kuku, penurunan angka stunting, dan ekspor hasil perkebunan,” ujarnya.

Dirinya juga meminta agar mengembangkan kawasan sentra produksi pangan pertanian secara menyeluruh melalui kawasan percontohan terpadu, sesuai misi RPJMD Provinsi Maluku Utara pada poin keempat membangun perekonomian daerah yang inklusif dan berkualitas dengan orientasi pada nilai tambah dan pengelolaan SDM berkelanjutan.

“Saya berharap, agar program Kabupaten Kota dipadukan dengan program serupa ditingkat provinsi dan pusat. Momen terpenting dalam forum ini adalah perumusan pembangunan bidang pertanian, khususnya pada tahun 2023. Oleh karena itu, forum ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga pada saat pelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan optimal,” pungkasnya. #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.