Pemkab Gorontalo Bangun Pusat Layanan untuk Tangani Banjir

BERITA, DAERAH, GORONTALO163 Dilihat

GORONTALO [kabarpublik.id] – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengambil langkah cepat untuk menangani bencana banjir yang melanda sejumlah kecamatan dengan membangun pusat-pusat pelayanan di wilayah terdampak.

Langkah ini diputuskan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin oleh Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, di ruang Madani, lantai II Kantor Bupati Gorontalo, pada Kamis (11/07/2024).

Dalam rapat tersebut, Bupati Nelson menjelaskan bahwa pusat layanan akan dibangun untuk menangani banjir, yang mencakup pusat evakuasi, dapur umum, dan layanan kesehatan.

Ia menekankan pentingnya identifikasi kerusakan yang disebabkan oleh banjir maupun longsor di kecamatan dan desa oleh semua pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Dibuatkan peta dan identifikasi lokasi banjir maupun longsor,” tegasnya.

Bupati Nelson juga berharap agar layanan evakuasi masyarakat yang terdampak banjir di pesisir Danau Limboto dapat berjalan maksimal.

Ia menyebutkan bahwa pusat evakuasi di Kecamatan Tilango, Telaga, Telaga Jaya, Limboto, dan Batudaa harus difokuskan pada evakuasi. Sebagai alternatif, fasilitas sekolah dan kantor desa yang memungkinkan dapat digunakan sebagai lokasi layanan evakuasi.

Selain itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kebijakan meliburkan anak-anak sekolah juga diterapkan, tidak hanya di sekolah yang terdampak banjir.

“Kami meliburkan semua sekolah beberapa hari ke depan, bukan hanya sekolah yang terdampak,” ungkap Bupati Nelson.

Beliau menginstruksikan agar kerusakan yang diidentifikasi segera direncanakan perbaikannya dan tidak menunggu tahun depan.

“Segera dimasukkan, jangan menunggu tahun depan. Jika ada anggaran segera kita lakukan, jika tidak, bisa dianggarkan dalam perubahan,” pintanya.

Bupati Nelson juga mengingatkan bahwa penanganan bencana banjir bukan hanya tanggung jawab Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tetapi semua OPD dan desa binaan.

OPD diharapkan mengumpulkan dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak. Pusat dapur umum juga akan dibuat dengan standarisasi makanan yang kualitas dan jumlahnya terjamin.

“Bencana banjir adalah tanggung jawab bersama, camat harus berkolaborasi dengan puskesmas untuk turun langsung,” tandasnya.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat Kabupaten Gorontalo dalam menghadapi bencana banjir dan meminimalisir dampak yang ditimbulkannya.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar