JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan penurunan signifikan praktik judi online di Indonesia merupakan hasil nyata dari komitmen kuat pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.
“Ini adalah capaian kolektif antara pemerintah dan masyarakat. Negara hadir secara serius untuk melindungi warga, khususnya kelompok rentan, dari jeratan judi online,” ujar Meutya Hafid di Jakarta, Rabu (17/12/25).
Menkomdigi menegaskan, data yang dirilis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjadi bukti kuat efektivitas kebijakan pemerintah dalam menekan aktivitas judi online. Menurutnya, langkah pengawasan, pemutusan akses digital, hingga penegakan hukum telah berjalan secara terukur dan konsisten.
“Data PPATK merupakan indikator yang kredibel bahwa upaya pemerintah dalam memberantas judi online berjalan efektif,” tegasnya.
Meutya menambahkan, pemerintah tidak akan berhenti pada capaian saat ini. Pengawasan dan penindakan akan terus diperkuat guna mempersempit ruang gerak pelaku judi online, baik dari sisi konten digital, infrastruktur teknologi, maupun aliran dana.
“Prinsipnya, kami akan terus menutup celah yang dimanfaatkan pelaku, termasuk memutus ekosistem digital dan keuangan yang menopang praktik judi online,” jelasnya.
Kementerian Komunikasi dan Digital, lanjut Meutya, secara konsisten melakukan pemblokiran terhadap situs dan konten bermuatan judi online. Setiap laporan masyarakat maupun temuan sistem internal ditindaklanjuti dengan cepat sebagai bagian dari komitmen menciptakan ruang digital yang aman dan sehat.
Sementara itu, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan perputaran dana judi online di Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp155,4 triliun. Angka tersebut turun tajam dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp359,8 triliun.
Selain itu, PPATK juga mencatat penurunan signifikan jumlah pemain judi online. Pada 2025, jumlah pemain tercatat sebanyak 3,1 juta orang, atau turun 68,32 persen dibandingkan 9,7 juta pemain pada 2024.





