JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada Kamis (21/5/2026), jika tidak ada kendala.
“Kamis (21/5), kalau tidak ada halangan,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/26).
Purbaya mengaku telah mempersiapkan ibadah haji sejak dua pekan terakhir, termasuk mempelajari doa-doa yang akan digunakan selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Persiapan haji sudah dua minggu lalu, masih belajar doa-doanya,” katanya.
Ia menyebut rencananya akan menjalankan ibadah haji selama sekitar 10 hari.
Sebelum menyampaikan rencana keberangkatannya, Purbaya mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah menteri bidang ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta.
Rapat tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Usai rapat, Purbaya memastikan pemerintah terus mengambil langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, termasuk dengan meningkatkan keterlibatan di pasar obligasi.
“Kita sudah masuk ke pasar obligasi secara bertahap. Asing juga mulai masuk, jadi ke depan, minggu-minggu ini diharapkan lebih stabil,” ujarnya.
Pemerintah juga berencana menjalankan skema Dana Stabilisasi Obligasi atau Bond Stabilization Fund menggunakan anggaran yang tersedia.
Purbaya mengatakan pemerintah menargetkan dana sekitar Rp2 triliun per hari masuk ke pasar obligasi guna memperkuat sentimen positif pasar keuangan.
Menurutnya, perputaran dana di pasar obligasi diharapkan dapat menarik minat investor asing untuk kembali masuk ke pasar domestik.






