BONE BOLANGO (kabarpublik.id) – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango memperingati tradisi Tumbilotohe, di halaman Rumah Dinas Bupati, Senin (16/3/26). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Forkopimda, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemkab Bone Bolango, sejumlah pimpinan instansi pemerintah, serta para imam dan pemangku adat dan Baznas Bone Bolango.
Tumbilotohe adalah sebuah tradisi budaya masyarakat Gorontalo yang dikenal sebagai malam pemasangan lampu menjelang perayaan Idulfitri. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada tiga malam terakhir bulan Ramadan dan menjadi salah satu warisan budaya yang masih terus dijaga oleh masyarakat Gorontalo hingga saat ini.
Tumbilotohe secara harfiah berarti malam pasang lampu. Tradisi ini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu di wilayah Gorontalo sebagai bentuk penyambutan datangnya malam Lailatul Qadar serta sebagai tanda bahwa bulan suci Ramadan akan segera berakhir.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat memasang berbagai jenis lampu di halaman rumah, sepanjang jalan, di masjid, hingga di area pemakaman. Pada masa lampau, lampu yang digunakan berupa lampu minyak tradisional yang disebut tohe, yaitu lampu kecil yang menggunakan sumbu dan bahan bakar minyak kelapa. Lampu-lampu tersebut biasanya ditempatkan di atas bambu, pagar, atau rangkaian kayu yang disusun membentuk pola tertentu.
Seiring perkembangan zaman, tradisi Tumbilotohe tetap dipertahankan meskipun jenis lampu yang digunakan semakin beragam, mulai dari lampu botol, lampu minyak, hingga lampu listrik. Namun demikian, penggunaan lampu tradisional masih sering dipertahankan untuk menjaga nilai historis dan estetika budaya yang melekat pada tradisi tersebut.
Selain sebagai bentuk ekspresi budaya, Tumbilotohe juga memiliki makna religius bagi masyarakat Gorontalo. Cahaya lampu yang menerangi lingkungan diharapkan menjadi simbol penerangan hati serta pengingat bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango bersama masyarakat setempat terus berkomitmen untuk melestarikan tradisi Tumbilotohe sebagai bagian dari identitas budaya Gorontalo. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum religius, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.
Tradisi Tumbilotohe hingga kini tetap menjadi salah satu perayaan khas yang paling dinantikan masyarakat Gorontalo setiap menjelang Hari Raya Idulfitri.





