Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kementan Minta Warga Tak Panik Belanja Pangan Jelang Ramadan

Minggu, 8 Mar 2026
Editor: Eky
Suasana talkshow Tani On Stage yang digelar Kementerian Pertanian di Depok untuk mengedukasi masyarakat agar belanja pangan secara bijak menjelang Ramadan. Jumat, (6/3/2026). (Sumber: pertanian.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
37.6K pembaca

DEPOK (kabarpublik.id) – Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau masyarakat tetap tenang dan bijak dalam berbelanja pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Edukasi tersebut disampaikan melalui talkshow interaktif “Tani On Stage” bertema Belanja Pangan Tanpa Panik, Belanja Bijak itu Asyik!.

Kegiatan ini digelar di Area Komersial TOD Samesta Mahata Margonda, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (6/3/2026). Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moh. Arief Cahyono, mengatakan kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang upaya pemerintah menjaga ketersediaan pangan nasional.

“Saya berharap masyarakat mendapat pemahaman mengenai Gerakan Pangan Murah sebagai langkah pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ujar Arief.

Talkshow ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy, serta praktisi keamanan pangan drh. Risky Aprillian.

Nita Yulianis menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah terus menjaga stok serta distribusi melalui berbagai program stabilisasi pangan.

“Stok pangan saat ini dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu panic buying. Membeli secara berlebihan justru bisa mengganggu distribusi di pasar,” katanya.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy memastikan pasokan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah tetap tersedia hingga setelah Idulfitri.

Ia menjelaskan, fluktuasi harga yang terjadi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor cuaca yang dapat menghambat proses panen maupun distribusi.

“Secara produksi sebenarnya tersedia. Tantangannya lebih pada faktor cuaca yang kadang memengaruhi proses panen,” jelas Freddy.

Freddy juga mengajak masyarakat mengurangi pemborosan pangan dengan mengolah bahan makanan menjadi produk yang lebih tahan lama, seperti membuat bumbu dasar atau pasta cabai. Selain itu, masyarakat juga didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai.

Dari sisi keamanan pangan, praktisi keamanan pangan drh. Risky Aprillian mengingatkan pentingnya perencanaan belanja serta pengelolaan makanan yang baik, khususnya produk pangan asal hewan.

Ia menekankan pentingnya menerapkan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dalam memilih bahan pangan agar kualitas konsumsi masyarakat tetap terjaga.

Sementara itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional hingga Maret 2026 dalam kondisi aman.

“Insya Allah pangan kita aman. Pemerintah terus menjaga produksi dan distribusi agar kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri, tetap terpenuhi,” ujar Amran.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan sehingga pasokan pangan tetap stabil selama Ramadan dan Idulfitri.

No More Posts Available.

No more pages to load.