Breaking News
Live Update Berita Terkini

KABUPATEN MAJALENGKA BELUM TERAPKAN NEW NORMAL, INI PENJELASANYA

Selasa, 2 Jun 2020
Editor:
Dengarkan dgn suara Siap
6K pembaca

Laporan : Sigit (JMSI), Edior : mahmud Marhaba

MAJALENGKA [KP] – Pemkab Majalengka klarifikasi terkait banyaknya informasi liar di masyarakat yang belum memahami penentuan zona wilayah dan pemberlakuan new normal ditengah pandemi Covid-19, sehingga masih banyak yang tak mengindahkan protokol kesehatan di masa perpanjangan berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bupati Majalengka, DR. H. Karna Sobahi, M.M.Pd mengatakan, perlu diketahui bersama bahwa Majalengka belum menerapkan new normal dan itu harus diperhatikan agar pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai dengan saat ini dapat sesuai dengan harapan bersama.

“Sejak ditetapkan Kabupaten Majalengka masuk dalam daftar sebanyak 15 kota atau kabupaten di Jawa Barat menjadi wilayah zona biru pandemi Covid-19, maka pada tanggal 01 Juli 2020 kemarin pemerintah mencoba menerapkan fase kelanjutannya yakni Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menjelang berlakunya new normal,” katanya,  Selasa (02/06/2020)

Bupati menambahkan, fase AKB tersebut dari kemarin telah berjalan seiring berjalannya penerapan PSBB berharap kedepan masyarakat menjadi biasa (adaptasi) dalam kesehariannya menjelang pemberlakuan new normal di Kabupaten Majalengka.

“Jadi itu perlu dipahami bersama, sehingga kebiasaan yang telah dijalani saat ini akan menjadi biasa dalam aktifitas setiap harinya. Simple saja seperti, selalu menjaga kebersihan dengan cuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir, gunakan masker saat berpergian, tetap berjaga jarak dan hindari dari kerumunan orang banyak,” tuturnya.

Masih tuturnya, mengenai penentuan wilayah zona pandemi covid-19 yang menyatakan masuk pada zona biru atau warna lainnya di Jawa Barat, itu bukan hasil keputusan pemerintah baik kota melalui walikotanya ataupun kabupaten oleh bupatinya dalam memetakan wilayah zona.

“Artinya penentuannya atas dasar kajian itu oleh masing masing wilayah pusat atau pemerintah provinsi dengan melihat jumlah dan evaluasi dalam kurun waktu perkembangan atas kasus covid-19 dan banyaknya jumlah yang terjadi, pemerintah daerah hanya menindaklanjuti,” ungkapnya.

Diakhir bupati mengajak dan mengingatkan kepada masyarakat di masa PSBB ini dalam fase adaptasi kebiasaan baru diharapkan agar tetap meningkatkan kewaspadaan di lingkungannya masing masing dan selalu menjaga kesehatan serta patuhi arahan pemerintah sesuai protokol kesehatan.

“Karena kasus pandemi Covid-19 ini belum dapat dipastikan kapan akan berakhirnya, tidak ada salahnya kita membiasakan diri disituasi PSBB saat ini menjelang penerapan new normal,” tutupnya.#[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.