PONOROGO (kabarpublik.id) – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menjadi harapan baru bagi warga Desa Jalen dan Desa Dadapan. Jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut kini telah mencapai progres pembangunan sebesar 70,21 persen per Sabtu (31/1/26).
Jembatan ini dinilai sebagai infrastruktur vital yang akan memperlancar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Selama ini, warga harus menyeberangi sungai atau memutar dengan jarak cukup jauh saat menuju sawah, sekolah, maupun pusat aktivitas lainnya.
Agar jembatan segera dapat difungsikan, proses pengerjaan terus dikebut. Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan anggota Kodim 0802/Ponorogo, masyarakat setempat, perangkat desa, serta unsur terkait lainnya. Para pekerja bahkan kerap lembur hingga malam hari demi mempercepat penyelesaian proyek.
Kehadiran jembatan ini disambut antusias oleh warga. Sriatun, warga Desa Jalen, mengaku sangat bersyukur dengan pembangunan tersebut karena akan memudahkan aktivitas sehari-hari, terutama saat pergi ke sawah.
“Senang sekali. Kalau ke sawah jadi lebih mudah, tidak perlu lagi menyeberangi sungai,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Ia berharap jembatan gantung ini tidak hanya mendukung aktivitas pertanian, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi anak-anak sekolah dan mendorong kemajuan desa.
“Semoga desa semakin maju dan anak-anak sekolah jadi lebih dekat dan aman saat berangkat,” tambahnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda ini menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui infrastruktur yang tepat guna.





