Laporan : Serman Tahala
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Menjelang Haul Pendiri Al – khairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua ke – 54 tahun, kawasan Al – khairaat di Jalan Sis Aljufri, Kota Palu Sulawesi Tengah, ramai dikunjungi oleh masyarakat, khususnya umat Islam dari berbagai penjuru tanah air.
Dimana lokasi yang merupakan tempat bersejarah tersebut menjadi titik awal pendirian pendidikan Islam dan penyebaran syiar Islam ke berbagai daerah di Tanah Air, khususnya di Kawasan Timur Indonesia, yang diprakarsai oleh Habib Idrus Bin Salim Aljufri atau Guru Tua.
Haul atau yang dikenal sebagai peringatan wafatnya seorang tokoh ini, biasanya diisi dengan doa bersama oleh umat Islam, khususnya Abnaul khairaat dari berbagai penjuru di tanah air, bahkan hingga masyarakat Internasional.
Untuk tahun ini, peringatan Haul Guru bakal dihadiri oleh ribuan orang para Abnaul khairaat dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan, terlihat Sekertaris Daerah Boalemo Sherman Moridu pun turut hadir sekaligus berziarah ke Makam Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua sembari memanjatkan doa dimakam tersebut.
Saat ditemui awak media, Sekda Sherman mengatakan bahwa ziarah tersebut ia lakukan untuk mengenang kembali jasa dan sejarah yang dilakukan oleh Almarhum Guru Tua sepanjang hidupnya dalam menyebarkan agama Islam.
“Tentunya selain memanjatkan doa kepada Almarhum Guru Tua, kita juga ikut mengenang sejarah sepanjang hidup beliau. Karena kita ketahui bersama bahwa sosok Almarhum ini dikenal sebagai sosok yang cinta ilmu, tak hanya untuk diri sendiri, namun ilmu itu juga ia tularkan kepada orang lain,,,”
“Begitupun dengan jasa-jasa beliau begitu memotivasi dan memberikan inspirasi khusunya bagi mereka seluruh Abnaul Khairat, dalam berkhidmat kepada agama, bangsa dan Negara,” Tutur Sekda Sherman. Sabtu (14/05/2022).
Melalui kesempatan itu, panglima ASN Boalemo ini juga berharap agar kawasan SIS Aljufri tersebut tidak hanya dijadikan sebagai kawasan religi saja, akan tetapi kegiatan – kegiatan religi lain pun harus diadakan.
Sehingga hal tersebut kata Sekda, dapat menjadi objek wisata religi yang akan mengundang wisatawan tidak hanya di wilayah Sulawesi Tengah saja, namun di seluruh Indonesia bahkan dunia.
“Dengan begitu, para wisatawan nanti bisa melihat berbagai peninggalan bersejarah yang ada di kawasan SIS Aljufri ini,” Pungkasnya #[KP]





