Laporan : Iswadi
Editor : YR
MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Ketua NU Kabupaten Halmahera Tengah, Drs. H. Nurhalis Abubakar, M.H, menghimbau masyarakat di wilayahnya untuk saling menghormati perbedaan penetapan awal Ramadhan 1445 Hijriyah antara pemerintah dan Muhammadiyah.
Menurut Ketua NU, bahwa perbedaan merupakan sunnatullah dan keniscayaan, sehingga jangan sampai menimbulkan sikap melecehkan, mengejek, apalagi fitnah.
“Perbedaan penentuan awal bulan Hijriyah ada yang menggunakan metode hisab dan rukyat. Namun, kedua metode tersebut sebenarnya satu kesatuan, karena saling mengkonfirmasi,” ucap Nurhalis.
Beliau juga menjelaskan bahwa perbedaan terjadi karena adanya perbedaan sudut pandang dalam melihat, yaitu dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan hanya dengan mata telanjang.
Oleh karena itu, ia meminta agar perbedaan ini membuat umat Muslim di Halmahera Tengah saling tenggang rasa, toleran, dan saling menghormati.
Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1445 Hijriyah jatuh pada hari Senin Pahing, 11 Maret 2024 M berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal.
Sementara itu, pemerintah telah melakukan sidang itsbat pada Minggu, 10 Maret 2024 bahwa 1 Ramadhan 1445 Hijriyah jatuh pada hari Selasa tanggal 12 Maret 2024 Masehi.
Sebagai Ketua NU Kab. Halmahera Tengah berharap perbedaan penetapan tidak dijadikan sebagai suatu pertentangan karena masing-masing memiliki argumentasi yang diyakini bisa dipertanggungjawabkan. #[KP]







