Breaking News
Live Update Berita Terkini

IHSG Kamis Ditutup Menguat Dipicu Optimisme Arah Geopolitik

Kamis, 2 Jul 2026
Editor: Jamalul Insan
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO
Dengarkan dgn suara Siap
3.2K pembaca
JAKARTA   (Kabarpublik.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat seiring optimisme pelaku pasar terhadap perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga global.

IHSG ditutup menguat 49,44 poin atau 0,87 persen ke posisi 5.744,56. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,74 poin atau 1,57 persen ke posisi 565,49.

“Bursa kawasan Asia cenderung bergerak menguat, pasar mencermati proses keberlangsungan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, serta sinyal suku bunga acuan The Fed,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, pelaku pasar masih mencermati perkembangan proses perdamaian AS dengan Iran yang berlangsung di Doha, Qatar.

Harga minyak kembali mendekati level sebelum perang seiring pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz terus pulih, menjadi sebuah sinyal kemajuan dalam pembicaraan perdamaian antara AS dengan Iran, sehingga semakin meredakan kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan.

Peningkatan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan secara tidak langsung antara AS dengan Iran, mendorong harga minyak lebih rendah dan meredakan kekhawatiran inflasi.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memuji kemajuan dalam negosiasi antara AS dengan Iran, setelah putaran pembicaraan tidak langsung.

Dari segi kebijakan moneter, pelaku pasar mencermati sinyal kebijakan bank sentral AS The Fed, yang kemungkinan berpotensi masih memiliki ruang menaikkan suku bunga acuannya pada tahun ini.

Sebelumnya, Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan ekspektasi inflasi telah mereda selama sebulan terakhir, yang menandakan tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga.

Namun, Warsh menegaskan kembali komitmen The Fed untuk memulihkan stabilitas harga, pelaku pasar terus memperkirakan lebih dari 60 persen kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada September 2026.

Dari dalam negeri, turunnya harga minyak dunia akan mengurangi tekanan fiskal, sehingga akan meringankan pengeluaran subsidi BBM dan selanjutnya memberikan ruangan penurunan harga BBM non subsidi.

“Tentunya, dengan turunnya harga komoditas energi berkontribusi pada efisiensi biaya logistik, transportasi, serta sektor manufaktur. Reduksi tekanan inflasi ini memberikan fleksibilitas bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan atau menurunkan suku bunga acuan,” ujar Nico.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat dipimpin sektor industri yang naik sebesar 3,03 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 2,88 persen dan 1,92 persen.

Sedangkan, tiga sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 0,29 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 0,12 persen dan 0,06 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu COCO, BEEF, MMIX, TRUS, dan RMKO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni OMED, LUCY, DAYA, PDES dan SPRE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.495.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,30 miliar lembar saham senilai Rp11,13 triliun. Sebanyak 418 saham naik, 230 saham menurun dan 311 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 2,33 persen ke 68.831,00, indeks Shanghai melemah 2,03 persen ke 4.028,90, indeks Hang Seng menguat 0,76 persen ke 23.055,03, dan indeks Strait Times menguat 1,03 persen ke 5.214,66. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.