JAKARTA (kabarpublik.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak mendatar pada perdagangan Jumat (26/6). Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga global, terutama sikap bank sentral Amerika Serikat (The Fed), serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 11,30 poin atau 0,19 persen ke level 6.010,34. Sementara itu, Indeks LQ45 turun 0,71 poin atau 0,12 persen ke posisi 587,04.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mengatakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance di kisaran 5.993–6.052. Jika mampu menembus level tersebut, indeks berpotensi bergerak menuju rentang 6.117–6.226.
Namun, apabila gagal menembus resistance, IHSG berisiko mengalami koreksi menuju level support di 5.784 hingga 5.677.
Dari pasar global, perhatian investor masih tertuju pada arah kebijakan moneter The Fed yang dinilai semakin hawkish di bawah kepemimpinan Ketua Kevin Warsh. Meski inflasi masih berada di atas target, pasar memperkirakan suku bunga acuan akan dipertahankan pada pertemuan Juli 2026.
Liza menilai peluang kenaikan suku bunga kembali terbuka apabila inflasi inti Amerika Serikat tetap bertahan di level tinggi hingga September 2026.
Selain faktor suku bunga, sentimen geopolitik juga kembali membayangi pasar setelah terjadi serangan terhadap kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz, dekat Oman. Dua pejabat senior Amerika Serikat menyebut serangan tersebut dilakukan oleh Garda Revolusi Iran.
Insiden itu dikhawatirkan mengganggu jalur pelayaran energi global serta memicu kembali kekhawatiran terhadap inflasi dunia akibat potensi kenaikan harga minyak.
Dari sisi ekonomi AS, indeks harga inti Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Mei tercatat naik 0,3 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar, namun masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen.
Investor juga masih mencermati prospek sektor kecerdasan buatan (AI). Laporan keuangan Micron dinilai mampu meredakan kekhawatiran mengenai efektivitas belanja modal besar di sektor AI.
Di dalam negeri, pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan fiskal, termasuk efisiensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menjaga keseimbangan anggaran dan stabilitas sistem keuangan.
Anggaran MBG diperkirakan dipangkas sekitar Rp40–50 triliun atau sekitar 15 persen dari total pagu Rp268 triliun. Jumlah penerima manfaat juga diperkirakan berkurang dari 62,5 juta menjadi sekitar 49 juta orang melalui pengetatan kriteria penerima.
Sementara itu, Kementerian Keuangan mulai menarik secara bertahap dana SAL sekitar Rp420 triliun yang sebelumnya ditempatkan di Himbara dan Bank Indonesia.
Pada perdagangan sebelumnya, mayoritas bursa Eropa ditutup menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,93 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,65 persen, DAX Jerman naik 1,03 persen, dan CAC 40 Prancis bertambah 0,55 persen.
Di Wall Street, pergerakan indeks berlangsung variatif. Dow Jones menguat 0,14 persen, Nasdaq Composite naik 0,75 persen, sedangkan S&P 500 terkoreksi tipis 0,01 persen.
Sementara itu, bursa saham Asia pada perdagangan pagi bergerak melemah, dipimpin oleh indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times.





