News Update
Live Update Berita Terkini

Hutama Karya Buka Peluang UMKM Saree Berjualan di Rest Area Tol Sibanceh

Sabtu, 22 Agu 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
2.6K pembaca

ACEH (kabarpublik.id) – PT Hutama Karya (Persero) membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari kawasan Saree, Kabupaten Aceh Besar, untuk mengembangkan usaha di rest area Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Hutama Karya memperluas manfaat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya bagi masyarakat yang terdampak perubahan pola perjalanan setelah Tol Sibanceh beroperasi.

Sejumlah pelaku usaha di Saree sebelumnya mengandalkan pengguna Jalan Nasional Banda Aceh–Medan sebagai konsumen. Beroperasinya jalan tol membuat sebagian arus kendaraan beralih sehingga aktivitas perdagangan di kawasan tersebut ikut terdampak.

Pedagang Saree, Zainal Abidin, mengatakan penurunan arus kendaraan turut memengaruhi usaha masyarakat yang selama ini mengandalkan pengendara yang singgah untuk beristirahat dan berbelanja.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Hutama Karya melalui Regional Sumatera Bagian Utara berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kabupaten Aceh Besar pada Jumat (21/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan UMKM Saree melalui pemanfaatan ruang usaha di rest area Tol Sibanceh.

Kepala Regional Sumatera Bagian Utara PT Hutama Karya (Persero) Taufiq Hidayat mengatakan pembangunan Tol Sibanceh tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan efisiensi perjalanan, tetapi juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Perubahan pola perjalanan merupakan hal yang dapat terjadi seiring hadirnya infrastruktur baru. Yang penting bagi kami adalah bagaimana peningkatan konektivitas ini juga dapat membuka peluang ekonomi baru,” kata Taufiq.

Ia mengatakan Hutama Karya akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan pemangku kepentingan terkait agar manfaat keberadaan Tol Sibanceh dapat dirasakan lebih luas.

Sebagai salah satu bentuk dukungan, Hutama Karya menyiapkan skema alokasi 30 persen kios UMKM di setiap rest area. Dengan skema tersebut, sekitar tiga kios di setiap rest area dapat difasilitasi tanpa biaya sewa melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Hutama Karya.

“Kami membuka peluang bagi pelaku UMKM, termasuk dari kawasan Saree, untuk dapat mengembangkan usahanya di rest area Tol Sibanceh,” ujar Taufiq.

Selain fasilitas tanpa biaya sewa bagi kios yang masuk dalam skema tersebut, Hutama Karya menyiapkan alternatif berupa potongan biaya sewa sebesar 50 persen selama satu tahun bagi tenant UMKM lainnya, sesuai mekanisme dan ketentuan pengelolaan rest area.

Hutama Karya juga mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk memperluas pemasaran produk unggulan daerah di rest area.

Produk yang ditawarkan dapat berupa kuliner khas Aceh hingga kerajinan lokal. Dengan demikian, rest area diharapkan tidak hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga menjadi etalase produk daerah.

“Rest area kami harapkan tidak hanya menjadi tempat beristirahat bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi etalase produk dan potensi daerah,” kata Taufiq.

Untuk merealisasikan program tersebut, Hutama Karya akan menyusun peta jalan, tata letak ruang usaha, rancangan kerja sama, dan mekanisme pelaksanaan. Seluruh rencana selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Kepala Diskopukmdag Kabupaten Aceh Besar Sulaimi menyambut positif rencana tersebut. Ia mengatakan perhatian terhadap keberlangsungan usaha masyarakat Saree juga menjadi perhatian pemerintah daerah dan DPRK Aceh Besar.

“Pada prinsipnya, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Aceh Besar sangat mendukung dan berterima kasih atas perhatian Hutama Karya terhadap pengembangan UMKM dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Sulaimi.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan terlebih dahulu mendata pelaku usaha dan UMKM di kawasan Saree. Pendataan dilakukan agar program dapat diberikan secara tepat sasaran.

Setelah pendataan selesai, Diskopukmdag akan menyampaikan rencana tersebut kepada Bupati Aceh Besar dan memfasilitasi pembahasan lanjutan dengan Hutama Karya.

Pembahasan tersebut akan mencakup mekanisme kerja sama serta aspek teknis pelaksanaan program pemberdayaan UMKM Saree di rest area Tol Sibanceh.

No More Posts Available.

No more pages to load.