ACEH (kabarpublik.id) – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau progres rehabilitasi Jembatan Lumut di Desa Lumut, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (6/8). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan percepatan penyelesaian infrastruktur strategis yang mendukung konektivitas masyarakat di Aceh.
Jembatan Lumut berada di ruas jalan nasional Takengon–Isé-Isé dan menjadi jalur vital bagi mobilitas warga, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi di Aceh Tengah dan wilayah sekitarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, Wakil Bupati Muchsin Hasan, Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie, jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, serta perwakilan PT Hutama Karya (Persero).
Wapres menerima paparan mengenai perkembangan proyek sekaligus meninjau langsung pekerjaan di lapangan. Rehabilitasi dilakukan menggunakan metode jacking, yakni meninggikan struktur jembatan setinggi 1,5 meter dengan bantuan hydraulic jack. Selain itu, pekerjaan juga mencakup perbaikan struktur, rehabilitasi pagar pengaman (railing), serta pengecatan ulang rangka baja jembatan.
Hingga awal Agustus 2026, progres pekerjaan telah mencapai 40 persen.
Jembatan rangka baja dengan bentang 30 meter dan lebar 7 meter tersebut mengalami kerusakan akibat banjir yang dipicu meluapnya Sungai Lumut pada awal 2025. Untuk memulihkan fungsi sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap risiko banjir di masa depan, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Aceh menunjuk Hutama Karya sebagai pelaksana rehabilitasi.
Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan kunjungan Wakil Presiden menjadi dorongan bagi tim proyek untuk mempercepat pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas konstruksi dan aspek keselamatan kerja.
Menurutnya, Hutama Karya berkomitmen menyelesaikan rehabilitasi sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan agar jembatan dapat kembali berfungsi optimal sebagai penghubung utama masyarakat.
Setelah rampung, Jembatan Lumut diharapkan memiliki daya tahan lebih baik terhadap ancaman banjir, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperlancar konektivitas pada ruas nasional Takengon–Isé-Isé.
Keberadaan jembatan yang lebih kuat dan aman juga diyakini akan mendukung kelancaran distribusi logistik, pelayanan publik, mobilitas masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi di Aceh Tengah dan kawasan sekitarnya.
Hutama Karya menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN Aceh, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proyek selesai sesuai target dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.





