Ditulis oleh Arafik A Rahman
Tak pernah terlintas akan mengenal lebih dekat sosok seorang senior yang ternyata begitu peduli terhadap literasi di Maluku Utara. Kalah itu setelah selesai rampung naskah penulisan buku jejak Morotai era “Perang Pasifik, Pemekaran dan Pembangunan”.
Selebihnya saya meminta beberapa tokoh di Maluku Utara untuk menyampaikan sekapur sirih dalam buku itu, termasuk orang nomor satu di Halmahera Tengah Drs. Edy Langkara MH. Ketika saya mengkonfirmasi beliau tanpa ragu menyetujui untuk memberikan sambutannya.
Motivasinya adalah sebagai langkah kongkrit terhadap kepedulian untuk mendorong kemajuan literasi di Maluku Utara. Tentu saya merasa sangat haru, sebab walau banyak senior ternama tapi mungkin tak banyak yang spontan dan tulus tuk memotivasi serta menginspirasi anak muda dalam menyelesaikan sebuah karya tulis seperti buku.
Edi Langkara atau yang lebih familiar dengan nama “Elang” yang adalah putra terbaik asal Fagogoru kelahiran Gemia-Patani, tanggal 12 September 1966 itu, ternyata tak hanya pandai merakyat dan membangun hubungan kepada siapa saja. Namun dia juga piawai memotivasi anak muda dalam berkarya, dan ternyata beliau juga pandai melukis.
Menurutnya; “dengan melukis kita dapat mengekspresikan imajinasi dan kreativitas,” kata Bupati Edi kepada TIMES Indonesia, terbitan (1/4/2021). Jujur tulisan ini tergores atas pengalaman saya beberapa kali bertemu secara spontan tuk mengenal orang nomor satu di Pemkab Halmahera Tengah itu, lebih dekat. Beliau adalah salah satu tokoh yang saya kagumi dari beberapa deretan lainnya.
Edy yang memimpin wilayah yang indah nan elok dengan bentangan perbukitan, pulau-pulau kecil dan teluk Nusliko Park yang menakjubkan.
Ternyata daerah itu mengalami perubahan dan kemajuan yang begitu pesat dari sektor pertumbuhan ekonomi, terbukti ketika rekrutmen tenaga kerja lokal di PT IWIP sebanyak 28.000 orang dan 1.800 merupakan tenaga kerja asing (Jawa Pos, 9 Jun 2022).
Dengan jumlah penduduk 63.190 berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2020, dengan kepadatan penduduk 23,81 jiwa.
Saya bermunajat kepada Allah SWT agar pengabdiannya menjadi amal jariyah kelak. Dan karirnya selalu menjulang tinggi bagaikan Elang yang terbang di langit Kie Raha. Last but not less, much but not overlap, yakinlah bahwa sosok mu yang santun dan bersahabat itu akan menjadi panutan bagi generasi selanjutnya.
Tetaplah tegar walau sebagian tak menyukai mu, itu hanya karena mereka belum mengenal mu lebih dekat. Tetapi bagi mereka yang mengenal mu pasti sepakat dengan tulisan ini. Termasuk saya juga mengagumi mu dan juga beberapa kaum intelektual lainnya, itu pasti..!
Kami menunggu kedatangan mu, pada launching dan bedah buku dengan beberapa deretan tokoh di Maluku Utara lainnya. Sebab kedatangan anda/kalian adalah kehormatan dan motivasi bagi kami di tanah para jenderal.
#Elang sang Promotor [KP]






