JAKARTA (kabarpublik.id) – Nyeri pinggang tidak hanya dialami oleh kelompok usia lanjut. Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, Sp.OT, mengingatkan bahwa posisi duduk yang tidak ergonomis saat bekerja menjadi salah satu penyebab utama nyeri pinggang pada usia muda.
Menurut Alfariq, pada lansia nyeri pinggang umumnya berkaitan dengan proses penuaan. Namun, pada usia produktif, keluhan tersebut lebih sering dipicu oleh kebiasaan sehari-hari, terutama posisi tubuh yang kurang tepat saat bekerja maupun beraktivitas.
“Gangguan ergonomi saat bekerja atau saat melakukan aktivitas sehari-hari dapat memicu nyeri pinggang. Jadi, kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh faktor usia,” ujarnya di Jakarta, Kamis (18/6).
Ia menjelaskan, nyeri pinggang atau lower back pain dapat muncul ketika seseorang mempertahankan posisi tubuh yang tidak ergonomis dalam waktu lama. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di lingkungan kerja, tetapi juga saat melakukan aktivitas di rumah.
Menurutnya, tekanan yang terus-menerus pada otot dan struktur tulang belakang akan terakumulasi dan pada akhirnya menimbulkan keluhan pada area pinggang maupun punggung.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Alfariq menyarankan masyarakat menerapkan posisi duduk yang ergonomis. Salah satunya dengan memastikan layar komputer sejajar dengan pandangan mata sehingga leher dan punggung tidak bekerja terlalu berat.
Selain itu, ia juga menganjurkan pekerja untuk melakukan peregangan atau relaksasi selama 5 hingga 10 menit setiap dua jam sekali. Kebiasaan duduk terlalu lama tanpa perubahan posisi dapat meningkatkan tekanan pada otot dan memicu rasa nyeri.
Alfariq menambahkan, posisi tubuh yang buruk dalam jangka panjang juga dapat mempercepat penurunan kualitas struktur tulang belakang dan meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal.
Untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah nyeri pinggang, masyarakat dianjurkan menerapkan postur tubuh yang benar saat beraktivitas, rutin berolahraga, serta memenuhi kebutuhan nutrisi penting seperti kalsium, protein, dan vitamin D.






