JAKARTA (kabarpublik.id) – Perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih (ISK) dibandingkan laki-laki. Kondisi ini disebabkan saluran kemih perempuan yang lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah masuk dan memicu infeksi.
Dokter Spesialis Urologi RS Premier Bintaro, dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U., FICS, menjelaskan panjang saluran kemih perempuan hanya sekitar dua hingga tiga sentimeter. Hal tersebut membuat bakteri dari area genital maupun anus lebih mudah mencapai kandung kemih.
“Saluran kemih perempuan lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi,” ujar Teguh dalam media gathering bertajuk Penanganan Terkini Batu Saluran Kemih di Jakarta, Rabu (22/7).
Menurutnya, kebiasaan menahan buang air kecil juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko ISK. Selain itu, perempuan yang telah memasuki masa menopause lebih rentan mengalami infeksi karena penurunan hormon estrogen menyebabkan lapisan pelindung saluran kemih menipis.
Teguh menjelaskan penanganan ISK pada perempuan berbeda antara masa pramenopause dan pascamenopause. Pada perempuan pramenopause, bakteri dalam urine yang disertai gejala umumnya memerlukan pengobatan. Sementara pada sebagian perempuan pascamenopause, keberadaan bakteri tanpa keluhan belum tentu membutuhkan terapi antibiotik.
Ia mengatakan sebagian besar perempuan pernah mengalami ISK setidaknya sekali dalam hidupnya. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, anyang-anyangan, frekuensi buang air kecil meningkat, urine keruh atau bercampur darah, hingga nyeri pada perut bagian bawah.
Menurut Teguh, ISK ringan dapat diatasi dengan memperbanyak minum air putih dan tidak menahan buang air kecil. Namun, jika keluhan tidak membaik dalam dua hari, pasien disarankan segera memeriksakan diri ke dokter agar infeksi tidak menyebar ke ginjal.
Selain ISK, Teguh juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai batu saluran kemih. Penyakit ini dapat menyumbat aliran urine dan mengganggu fungsi ginjal apabila tidak segera ditangani.
Ia menjelaskan fungsi ginjal mulai berisiko mengalami kerusakan apabila penyumbatan berlangsung lebih dari enam minggu. Jika dibiarkan hingga lebih dari 12 minggu, kerusakan ginjal berpotensi menjadi permanen.
Gejala batu saluran kemih biasanya berupa nyeri hebat yang muncul tiba-tiba dari pinggang dan menjalar ke perut hingga area kemaluan. Kondisi ini dapat disertai mual, demam, urine berdarah, hingga penurunan jumlah urine sehingga memerlukan penanganan medis segera.
Perempuan hamil juga perlu lebih waspada terhadap gangguan saluran kemih. Perubahan fisiologis selama kehamilan serta konsumsi suplemen kalsium dalam jumlah lebih besar dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu saluran kemih apabila tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup dan aktivitas fisik.
Untuk mencegah ISK maupun batu saluran kemih, Teguh menyarankan masyarakat mengonsumsi air putih sekitar dua hingga tiga liter per hari atau menjaga produksi urine sekitar dua hingga 2,5 liter setiap hari. Selain itu, ia menganjurkan membatasi konsumsi garam dan makanan tinggi protein, memperbanyak asupan serat dan buah sitrus, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan menahan buang air kecil.
Menurutnya, penerapan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan saluran kemih dan mempertahankan fungsi ginjal dalam jangka panjang.







