Breaking News
Live Update Berita Terkini

Dekan FKM Unhas Perkuat Kolaborasi One Health Indo-Pasifik dalam Simposium Internasional di Australia

Rabu, 1 Jul 2026
Editor: Eky
Dekan FKM Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi, memperkuat jejaring kolaborasi riset One Health kawasan Indo-Pasifik dalam International Symposium on One Health 2026 di Brisbane, Australia. (Ist)
Dengarkan dgn suara Siap
4.2K pembaca

AUSTRALIA (kabarpublik.id) – Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH., PhD, memperkuat jejaring kolaborasi internasional di kawasan Indo-Pasifik melalui keikutsertaannya dalam International Symposium on One Health 2026 yang digelar oleh Centre for Environment and Population Health, Griffith University, Brisbane, Australia, pada 28 Juni hingga 1 Juli 2026.

Simposium internasional bertema “Futureproofing One Health Action for Regional and Global Health Security: Challenges and Response Strategies for the Indo-Pacific in the Context of Climate Change” tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, serta praktisi kesehatan dari berbagai negara untuk membahas penguatan ketahanan kesehatan regional dan global.

Dalam forum tersebut, Prof. Sukri tampil sebagai pembicara dengan mempresentasikan materi berjudul “One Health in Indonesia: Challenges and Future Research Collaboration”. Ia menekankan pentingnya pendekatan One Health di Indonesia sebagai negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi sekaligus menghadapi berbagai tantangan kesehatan, seperti penyakit zoonosis, perubahan iklim, resistensi antimikroba, degradasi lingkungan, serta perlunya penguatan koordinasi lintas sektor.

Prof. Sukri menjelaskan bahwa penguatan implementasi One Health di Indonesia memerlukan sistem surveilans terpadu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola berbasis bukti, serta kolaborasi erat antara sektor kesehatan, peternakan, lingkungan, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat.

Selain itu, Prof. Sukri yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP IKAL Lemhannas RI dan alumni PPRA 63 Lemhannas RI, menawarkan sejumlah peluang kerja sama riset antara Universitas Hasanuddin dengan berbagai mitra internasional. Beberapa bidang yang diusulkan meliputi healthy aging dalam perspektif One Health, dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, pengembangan instrumen implementasi One Health, model kolaborasi lintas sektor untuk pencegahan penyakit zoonosis, hingga penguatan kapasitas melalui pelatihan dan publikasi bersama.

Usulan tersebut mendapat perhatian peserta karena dinilai relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat yang dihadapi negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.

Di sela kegiatan ilmiah, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Queensland Health, Biosecurity Queensland, Gold Coast Hospital, dan Emergency Response Centre Griffith University untuk mempelajari praktik implementasi pendekatan One Health dalam sistem kesehatan serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit.

Simposium yang diikuti sekitar 50 peserta dari Australia, Indonesia, Tiongkok, Malaysia, Vietnam, dan berbagai institusi penelitian internasional ini diharapkan menghasilkan proposal riset kolaboratif, memperkuat Community of Practice, serta memperluas jejaring kerja sama internasional dalam mendukung ketahanan kesehatan regional yang berkelanjutan.

Keikutsertaan FKM Universitas Hasanuddin dalam forum tersebut menegaskan komitmen institusi untuk memperkuat diplomasi akademik sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia dalam pengembangan pendekatan One Health di tingkat global.

No More Posts Available.

No more pages to load.