“Ini adalah pertandingan yang sangat berat. Ini semifinal Piala Dunia. Saya sudah mengatakan bahwa laga ini bisa saja menjadi final Piala Dunia,” kata De la Fuente, dikutip dari laman resmi FIFA, Selasa.
Tak hanya Prancis melawan Spanyol, laga seperti final juga diibaratkan De la Fuente pada laga semifinal lainnya antara Argentina menghadapi Inggris yang tersaji di Stadion Atlanta, AS, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.
Ucapan ini dikatakan oleh De la Fuente karena kekuatan keempat semifinalis sama bagusnya, mengingat keempat tim ini adalah empat tim teratas di ranking dunia FIFA.
Prancis memuncaki peringkat dengan 1948.97 poin, di atas Argentina dengan 1943.47 poin, Spanyol dengan 1934.79 poin, dan Inggris dengan 1889.42 poin.
Oleh karena itu, kata De la Fuente, laga nanti akan berjalan sangat ketat, di mana sedikit saja kesalahan akan sangat mempengaruhi jalannya pertandingan.

“Kami adalah empat tim teratas dalam peringkat FIFA. Kami harus berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan, tidak memberi lawan peluang, berusaha mengendalikan pertandingan sebanyak mungkin, dan tampil efektif di kedua kotak penalti,” kata pelatih 65 tahun itu.
Sementara itu, bintang muda La Furia Roja Lamine Yamal mengatakan laga nanti adalah laga terpenting yang ia mainkan. Yamal sendiri tiba di Piala Dunia 2026 sebagai juara Piala Eropa 2024 saat dia mendapatkan penghargaan sebagai pemain muda terbaik.
“Ini adalah pertandingan paling penting yang pernah saya mainkan sepanjang karier. Saya sangat senang bisa melangkah sejauh ini. Kami semua sangat antusias, dan saya mungkin yang paling bersemangat. Ini jelas merupakan pertandingan paling penting yang pernah saya jalani,” kata pemain muda yang baru berulang tahun ke-19 tersebut





