MASUK ZONA MERAH, CIMAHI LANJUTKAN PSBB JILID III HILANGKAN SEKAT JALAN

Kamis, 21 Mei 2020
Dengarkan dgn suara Siap
2.5K pembaca

Laporan: Roni Mulyana (JMSI), Editor: Jumadi / Mahmud

CIMAHI [KP] – Berdasarkan evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), Kota Cimahi masuk kedalam kategori levet 4 atau zona merah Covid-19. Hasil evaluasi mengacu pada jumlah orang yang terinfeksi positif, luas wilayah dan jumlah penduduk Kota  Cimahi, karenanya PSBB Kota Cimahi dilanjutkan ketahap tiga.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Cimahi Yanuar Taufik mengatakan setelah PSBB sebelumnya telah berakhir maka selanjutnya Kota Cimahi akan dilanjutkan ke tahap III, namun dalam penerapannya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Kota Cimahi.

“Setelah PSBB sebelumya dari tanggal 6 sampai 18 Mei telah berakhir maka ditetapkan lagi tahap tiga sekarang untuk Kota Cimahi dan tahap kedua untuk Jawa Barat diperpanjang artinya Cimahi juga akan mengikuti kebijakan tersebut sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat ini di Cimahi,” ungkapnya dalam menanggapi pertanyaan wartawan pada Rabu (21/05/2020).

Yanuar menilai PSBB cukup efektif walaupun masih banyak pelanggaran-pelanggaran baik pelanggaran dalam protokol kesehatan ataupun yang mudik, bahkan ada beberapa pengendara yang kabur sehingga dilakukan pengejaran untuk diarahkan kembali ke wilayah asal pengendara.

“Sesuai hasil evaluasi selama 28 hari di Cimahi, Alhamdulillah secara peningkatan cukup efektif juga, kita beberapa kali mendapatkan pelanggaran yang bersifat protokol kesehatan maupun yang mudik. Kita kembalikan sampai ada yang kabur juga diarahkan kembali untuk ke tol ke Jakarta,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya PSBB tahap III akan membuka membuka sekat- sekat diperbatasan jalan. Penyekatan dihilangkan karena dinilai tidak efektif dan  banyak dilanggar oleh pemudik karena sudah mengetahui jadwal.

“Dalam PSBB tahap tiga setelah dievaluasi untuk Kota Cimahi penyekatan-penyekatan diperbatasan mungkin ditiadakan karena dinilai bukan tidak efektif jadi kurang efektif karena itu kan dijadwal tapi kan si pemudik sudah tau jadwalnya maka diluar itu jadwal itu mereka lolos,” tutupnya. #*[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.