Beijing (kabarpublik.id) – Pemerintah China kembali menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayahnya. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sikap Presiden Taiwan Lai Ching-te yang menyatakan bahwa Taiwan bukan bagian dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan memiliki kedaulatan sendiri.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh seluruh rakyat China, termasuk warga Taiwan.
“Taiwan adalah bagian yang tak terpisahkan dari wilayah China. Masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh lebih dari 1,4 miliar rakyat China, termasuk warga Taiwan,” kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (19/6).
Pernyataan tersebut merupakan respons terhadap pidato Lai Ching-te dalam acara resepsi media internasional di Taipei. Dalam kesempatan itu, Lai menegaskan bahwa kedaulatan Taiwan berada di tangan rakyat Taiwan dan menyatakan bahwa Taiwan serta Republik Rakyat Tiongkok tidak saling berada di bawah yurisdiksi satu sama lain.
Lin Jian menilai pernyataan Lai yang terus mengangkat isu kemerdekaan Taiwan mencerminkan ketidakpastian politik dan tidak akan mengubah posisi China terkait status pulau tersebut.
Menurutnya, persoalan Taiwan merupakan urusan dalam negeri China dan tidak ada pernyataan maupun tindakan dari pemerintah Taiwan yang dapat mengubah prinsip “Satu China” yang telah diakui secara internasional.
“Tidak ada tindakan yang dapat mengubah hakikat masalah Taiwan sebagai urusan internal China maupun menghentikan proses reunifikasi nasional,” ujar Lin.
Sementara itu, Lai Ching-te dalam pidatonya menegaskan komitmen Taiwan untuk mempertahankan demokrasi, kebebasan, dan keterbukaan terhadap kerja sama internasional.
Ia juga menyatakan Taiwan akan terus berupaya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan bersama komunitas internasional.
Lai menyampaikan apresiasi kepada negara-negara anggota G7 atas pernyataan bersama yang menolak segala upaya perubahan status quo di Laut China Timur, Laut China Selatan, dan Selat Taiwan melalui kekerasan atau paksaan.
Selain itu, ia menyerukan kepada Beijing untuk menghentikan ekspansi militer di kawasan tersebut dan menghindari penggunaan kekuatan terhadap Taiwan.
Meski demikian, Lai menegaskan Taiwan tetap terbuka untuk membangun dialog, pertukaran, dan kerja sama dengan China berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menghormati guna mendorong perdamaian serta kemakmuran bersama.





