JAKARTA (kabarpublik.id) – Sejumlah akademisi dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menilai pemaparan Presiden Prabowo Subianto dalam Sarasehan Kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (27/6), memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan dalam tata kelola negara.
Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Mohammad Irhas Effendi, menyatakan bahwa paparan Presiden Prabowo membantu peserta memahami beragam perspektif dalam penyelenggaraan negara, mulai dari aspek ideologi, ekonomi, hingga pendekatan realisme dalam hubungan internasional.
Menurut Irhas, penjelasan tersebut menunjukkan bahwa setiap negara memiliki karakteristik dan strategi yang berbeda dalam menjalankan pemerintahan serta mencapai tujuan pembangunan nasional.
“Paparan Presiden mengenai ideologi, ekonomi, hingga realisme memberikan pemahaman bahwa setiap negara memiliki pendekatan dan karakteristik yang berbeda dalam menjalankan pemerintahan,” ujar Irhas dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Sabtu (28/6).
Ia berharap Indonesia dapat mengadopsi berbagai nilai positif dari beragam pendekatan tersebut untuk memperkuat pembangunan nasional. Selain itu, Irhas menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah terhadap masukan dari berbagai elemen masyarakat agar program pembangunan dapat diimplementasikan secara optimal.
Sarasehan Kebangsaan bertema “Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia” diselenggarakan bersamaan dengan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 2.600 akademisi dari berbagai daerah, yang terdiri atas rektor, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Sementara itu, Wakil Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Sutarto, menilai pesan utama yang disampaikan Presiden adalah komitmen untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri secara ekonomi serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap Presiden dapat terus mengawal seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan sekaligus merealisasikan visi Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Migas Center UPN Veteran Yogyakarta, Sayoga Heru, menyatakan bahwa paparan Presiden memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar perguruan tinggi dapat menerjemahkan visi pembangunan ke dalam kontribusi nyata sesuai bidang keilmuan masing-masing guna mendukung kedaulatan dan kemandirian ekonomi nasional.






