Laporan : Jundi Dai (Jaringan Berita SMSI), Editor : Mahmud Marhaba
MARISA [KP] – Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Pohuwato telah usai dan menghasilkan 30 orang siswa dari tingkat SMA, SMK Sederajat se kabupaten Pohuwato. Selanjutnya, para anggota Paskibraka ini akan mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 25 hari kedepan dengan cara di karantina.
Dari 30 siswa yang lolos seleksi, 29 orang di antaranya telah berada di lokasi karantina yang berada di penginapan J & J star kompleks perkantoran, Senin (22/07/2019), sementara 1 orang lainnya berdasarkan informasi yang di himpun oleh awak media, saat ini masih dalam keadaan sakit dan telah membaik. Diperkirakan bisa bergabung pada esok hari.

Kabid Kepemudaan, Saharudin Saleh, ketika ditemui usai memberikan pengarahan kepada calon Paskibaraka yang disaksikan para orang tua dari siswa menjelaskan, untuk pelaksanaan pendidikan dan pelatihan Paskibaraka tahun 2019 panitia terbuka untuk segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pelatihan.
“Untuk tahun ini kami terbuka secara umum, jadi ketika ada informasi yang di terima oleh para orang tua silahkan untuk menghubungi pihak panitia, atau misalnya ada informasi saat karantina tidak terpenuhi porsi makan, maka silahkan di informasikan. Dan bila itu terjadi maka dinas melalui bidang kepemudaan akan memberikan teguran kepada panitia,” ucap Saharudin.
Di singgung soal salah seorang peserta yang jatuh pingsang saat menerima arahannya, Saharudin menjelaskan bahwa ada kemungkinan peserta tersebut kelelahan dari rumah menuju tempat karantina. “Kami pastikan pada pelaksanaan pelatihan Paskibaraka dibarengi dengan tenaga kesehatan/medis yang setiap saat dapat memberikan pertolongan pertama pada siswa yang kurang sehat,” terangnya.
Saharudin juga menambahkan, jika Dinas Pemuda dan Olahraga telah menyurat ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk mendapatkan dispensasi kepada peserta Paskibraka selama mengikuti pelatihan dan pendidikan, pasalnya tahun ajaran 2019/2020 telah di mulai.#[KP]







