Yayan Septiadi: May Day Momentum Perkuat Kesejahteraan Buruh dan Iklim Investasi

Jumat, 1 Mei 2026
Ketua Umum IKA FH UPN Veteran Jakarta dan juga Ketua Umum Serikat Muda Amanat Rakyat Indonesia (SMART Indonesia), Yayan Efendi Septiadi. (Foto: Bambang)
Dengarkan dgn suara Siap
15.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Ketua Umum Serikat Muda Amanat Rakyat Indonesia (SMART Indonesia), Yayan Septiadi, mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional (May Day) yang diperingati setiap 1 Mei. Ia menegaskan pentingnya peran buruh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Menurut Yayan, kesejahteraan pekerja tidak dapat dipisahkan dari terciptanya ekosistem usaha dan investasi yang sehat. Momentum May Day, kata dia, harus menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas hidup buruh berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Yayan juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam peringatan Hari Buruh di Lapangan Monas, Jakarta. Kehadiran tersebut dinilai sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam merangkul dan memperjuangkan aspirasi pekerja.

Ia menyebut, kehadiran Presiden dalam perayaan May Day menjadi simbol kuat keberpihakan negara terhadap buruh. Bahkan, menurutnya, langkah tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah peringatan Hari Buruh di Indonesia.

Lebih lanjut, Yayan menegaskan bahwa keberpihakan terhadap buruh tidak cukup hanya melalui regulasi ketenagakerjaan. Pemerintah juga harus memastikan iklim investasi tetap kondusif dan terbebas dari praktik intimidasi maupun pungutan liar.

β€œJika ingin membuka jutaan lapangan kerja, tidak boleh ada ruang bagi premanisme yang berkedok organisasi. Investasi harus dijaga agar tetap aman dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia pun mendorong sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menindak tegas segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak iklim investasi.

Menurut Yayan, perlindungan terhadap investor sejatinya juga merupakan bentuk perlindungan terhadap masa depan buruh. Dengan investasi yang terjaga, peluang kerja akan semakin terbuka luas.

Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Yayan menilai sejumlah kebijakan telah memberikan dampak positif bagi buruh, antara lain:

  • Pembentukan Satgas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan peningkatan kesejahteraan buruh melalui Keppres Nomor 10 Tahun 2026.
  • Perlindungan pekerja transportasi online melalui Perpres Nomor 27 Tahun 2026, termasuk jaminan kecelakaan kerja dan BPJS Kesehatan.
  • Ratifikasi Konvensi ILO 188 melalui Perpres Nomor 25 Tahun 2026 untuk melindungi awak kapal perikanan.
  • Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
  • Program jaminan kehilangan pekerjaan sebesar 60 persen upah selama enam bulan bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.
  • Penyediaan rumah bagi buruh di dekat kawasan industri melalui program tiga juta rumah.
  • Rencana pembangunan 1.386 kampung nelayan pada 2026 yang dilengkapi fasilitas kapal, BBM, dan cold storage.
  • Kenaikan upah minimum nasional sebesar 6,5 persen pada 2025.
  • Perluasan akses kerja bagi penyandang disabilitas.
  • Perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan anggaran Rp500 triliun pada 2026.

Yayan menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa negara harus hadir secara tegas dalam melindungi buruh sekaligus menjaga keberlanjutan investasi demi masa depan ekonomi Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.