Laporan : JMSI (Ati Modjo)
Editor : Mahmud Marhaba
JAKARTA [KP] – Walikota Gorontalo, H. Marten Taha, SE., M.ec.Dev Kamis (30/01/2020) menyampaikan presentasi program kebijakan pemerintah Kota Gorontalo atas pengelolaan kota bersih khususnya solusi pengelolaan sampah serta Tata Hijau Ruang di Kota Gorontalo.
Dihadapan para perwakilan negara Asean Pasific dan para Walikota SE Indoensia, Marten Taha memberikan penguatan terhadap bagaimana menghadapi persoalan sampah yang menjadi sebuah isue global baik secara nasional maupun internasional.

Marten Taha dalam penyampaiannya memberikan keyakinan terhadap penanganan sampah di Kota Gorontalo. Bahkan yang sangat mencengangkan dan mendapat apresiasi terhadap presentasi Walikota Marten Taha yakni memberikan sebuah keringanan bagi ASN yang mendapat TGR dibawah 5 juta rupiah membayar dengan sampah.
Pemerintah Kota Gorontalo juga membuka wawasan para penyelenggara terkait dengan penanganan kerjasama dengan BUMN dalam hal ini pihak Pegadaian. Lewat terobosan tangan Walikota Gotontalo yang didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo serta para Camat dan Lurah se Kota Gorontalo, sampah bisa dibayar dengan emas.

Terobosan ini disampaikan Walikota Marten Taha dihadapan para Walikota se Indonesia dan peneliti perwakilan negara Asian Pasific di Balai Kota Jakarta.
Marten Taha mendapat pertanyaan dari Wakil Walikota Kupang, NTT bagaimana mengelolah taman di wilayah Kota Gorontalo.

Walikota Gorontalo mengatakan jika di Kota Gorontalo terdapat 42 kawasan taman di daerahnya. Untuk menata taman, dibutuhkan anggaran yang tidak cukup kecil. Olehnya, Marten melakukan kolaborasi dengan pihak swasta seperti pihak bank dengan membangun taman dan memasang simbol simbol perusahaannya. Namun, terkait dengan kebersiahan masih tepat melekat pada DLH.
Walikota dalam tugasnya ke Jakarta, didampingi Kadis DLH, Drs. Junaedi Kiademak, M.Si serta tim ahli Walikota Gunco Tanipu dan Roy Hadiri serta staf Humas Kota Gorontalo.#[KP]








