WABUP AMIN HARAS MINTA TRANSAKSI NON TUNAI TETAP JALAN

Senin, 2 Des 2019
Dengarkan dgn suara Siap
9.9K pembaca

Laporan : Jundi Da’i (Jarber SMSI)
Editor : Mahmud Marhaba

POHUWATO [KP] – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Pohuwato meminta unsur pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa agar terus menerapkan transaksi non tunai. Dihadapan para camat pada pertemuan dengan pihak Bank Sulutgo, senin (02/12/2019) yang diselenggarakan diruang Pola Kantor Bupati itu, Wabup Amin menjelaskan tentang pentingnya pengelolaan keuangan dengan menggunakan sistem non tunai.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Pasalnya, Wabup Amin menilai penerapan transaksi non tunai ini agar pengendalian keuangan menggunakan sistim ini betul -betul bisa dimanfaatkan peruntukannya juga dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

Disamping itu, penerapan non tunai ini menurutnya sudah disosialisasikan sehingga tidak ada alasan untuk tidak melaksanakannya. Karena dengan angaran yang cukup besar di desa maka hal ini butuh untuk melakukan pengawasan dan pengendalian dengan cara non tunai. “Untuk itu kepada bapak ibu camat sekiranya ini perlu menjadi perhatian dan diupayakan tidak ada lagi desa yang melakukan secara tunai dalam pengelolaan keuangan. Semuanya harus melalui sistim transaksi non tunai. Karena sistim non tunai ini memang sudah merupakan instruksi aturan yang harus dilaksanakan, oleh karena itu tidak ada alasan lagi bagi kita penerapan non tunai ini tidak dilakuikan.”papar Wabup Amin seraya menambahkan.” Melalui penerapan non tunai ini pertama pemanfaatannya sudah terarah, kemudian pemanfaatannya terproteksi, artinya semua apa yang dilakukan transaksi itu betul-betul sesuai peruntukannya yang ada dan sesuai dengan anggaran yang direncanakan. Jadi, ini bisa menciptakan efektivitas, efisienasi dan akuntabilitas dari pada keuangan. Prinsipnya bagaimana sistim non tunai ini tetap diberlakukan di tingkat desa, karena ini salah satu upaya kita untuk mengendalikan pengelolaan keuangan desa.”Tambahnya. # [KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.