News Update
Live Update Berita Terkini

UIN Jakarta dan Negara MABIMS Bahas Penguatan Masyarakat Islam Berkeadaban

Senin, 2 Nov 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar (tengah) dalam diskusi MABIMS di Jakarta, Senin (2/11/2026). ANTARA/Asep Firmansyah
Dengarkan dgn suara Siap
7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Kementerian Agama menggelar seminar internasional untuk memperkuat pembangunan masyarakat Islam berkeadaban (khayru ummah) di kawasan Asia Tenggara.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Senior Officials Meeting (SOM) MABIMS ke-50 yang berlangsung di Jakarta, Senin (2/11/2026). Seminar ini menghadirkan perwakilan dari empat negara anggota MABIMS, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, mengatakan keterlibatan kampus dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap agenda Kementerian Agama, khususnya dalam memperkuat kerja sama keislaman di tingkat internasional.

“Bagi kami, keterlibatan ini merupakan bentuk komitmen UIN Jakarta untuk berkontribusi dalam menyukseskan agenda Kementerian Agama, khususnya dalam memperkuat kerja sama keislaman di tingkat internasional,” ujar Asep.

Menurutnya, seminar tersebut menjadi wadah bagi negara-negara anggota MABIMS untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam membangun masyarakat Islam yang berkeadaban. Pembahasan juga diarahkan agar menghasilkan model pengembangan masyarakat yang sesuai dengan dinamika sosial di Asia Tenggara.

Asep menambahkan, perguruan tinggi keagamaan Islam negeri memiliki peran strategis dalam mendukung diplomasi keagamaan, memperkuat dialog antarnegara, serta memberikan kontribusi akademik bagi pengembangan kerja sama regional.

Ia menilai perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam memperkuat hubungan internasional.

“Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung diplomasi keagamaan dan memperkuat hubungan antarnegara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Agama, Imam Syaukani, menjelaskan seminar tersebut merupakan salah satu agenda substantif dalam rangkaian SOM MABIMS ke-50.

Pertemuan SOM MABIMS ke-50 berlangsung pada 1–4 November 2026 di Jakarta. Selain empat negara anggota, kegiatan ini juga melibatkan negara peninjau, yakni Timor-Leste, Thailand, Filipina, dan Myanmar.

Setelah seminar, rangkaian pertemuan dilanjutkan dengan sidang pada 2–3 November 2026. Sidang tersebut membahas empat fokus strategis, meliputi potensi generasi muda, pendidikan dan kehidupan beragama, harmonisasi sosial-ekonomi, serta keharmonisan kawasan.

Masing-masing delegasi negara anggota akan menyampaikan laporan sesuai fokus strategis yang telah ditentukan. Laporan tersebut menjadi bahan pertukaran pengalaman sekaligus perumusan praktik baik yang dapat diterapkan di masing-masing negara.

Forum ini juga membahas berbagai isu yang berkembang di antara negara anggota untuk merumuskan langkah kolaboratif dalam memperkuat kehidupan masyarakat Islam serta menjaga keharmonisan di kawasan Asia Tenggara.

No More Posts Available.

No more pages to load.