Laporan : Yadi
Editor : YR
TERNATE [Kabarpublik.id] – Kepala SMK Negeri 4 Kota Ternate, Drs. Kamaludin Ahmad berharap, talut yang ada di samping SMK Negeri 4 kiranya secepatnya direalisasi, agar kekhawatiran warga sekolah dan warga masyarakat bisa terjawab.
Pasalnya talut yang ambruk pada Juli 2021 lalu itu, hingga saat ini belum di perbaiki Pemerintah Kota, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kota Ternate. Tapi sebelumnya sesuai informasi BPBD sudah menindaklanjuti melalui zoom meeting bersama BNPB pada Selasa 11 Januari 2022 lalu, setelah verifikasi di lapangan.
Selain ditingkat BPBD, talut dengan panjang 300 meter itu juga sudah dibahas pada musyawarah perencanaan pembangunan atau musrenbang kelurahan beberapa hari lalu. Dari hasil itu, sesuai informasi yang diterima alhamdulillah talut ini akan diakomodir untuk tahun anggaran 2022 oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

“Saya atas nama pribadi memberikan apresiasi bila dalam waktu dekat talut penahanan air ini dikerjakan, karena kami butuh penanganan untuk mengamankan sekolah dari masalah abrasi, dan lainnya, yang itu akan berdampak pada sekolah, seperti air merembet sampai ke sekolah,” ucap Kamaludin di ruang kerjanya, Senin (7/2/2022).
Selanjutnya, mantan Kepala SMK Negeri 2 Kota Ternate, karena ini adalah milik aset negara yang perlu sama-sama lindungi. “Bukan hanya sekolah, namun pemukiman masyarakat RT 4 juga nanti akan berimbas akibat abrasi,” jelas Kamaludin.

Sementara itu, di tempat terpisah Lurah Kastela, Kecamatan Pulau Ternate, Luthfi Kadir katakan, talut penahanan air yang ambruk di samping SMK Negeri 4 itu diharapkan tahun ini kiranya dapat diakomodir oleh Pemerintah Kota, melalui BPBD Kota Ternate.
“Walaupun SMK Negeri 4 ini di bawah naungan pemerintah provinsi. Tahun ini kami juga sudah usul kan, melalui musrenbang beberapa hari kemarin. Dan itu masuk dalam prioritas utama pembangunan yang ada di samping SMK Negeri 4,” ujar Lurah di ruang kerjanya pagi tadi.

Lebih lanjut, agar supaya pihak sekolah maupun anak-anak dalam melaksanakan proses belajar mengajar tidak terganggu. Selain itu, Lurah juga mengungkapkan, beberapa hari lalu saat hujan, air itu mengalir ke jalan, bahkan sampai masuk ke tempat ibadah atau masjid.
“Terkait dengan koordinasi sejauh ini dengan pihak BPBD belum, mungkin mereka langsung dengan pihak sekolah,” pungkasnya.#[KP]








