Breaking News
Live Update Berita Terkini

Sumur Bor JIAT Tekan Biaya Petani 80 Persen

Sabtu, 4 Apr 2026
Editor: Eky
Petani memanfaatkan sumur bor dalam JIAT untuk mengairi lahan pertanian di Mojokerto guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya. (Sumber: pertanian.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
22.8K pembaca

MOJOKERTO (kabarpublik.id) – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat infrastruktur air melalui pembangunan sumur bor dalam Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Program ini terbukti mampu menekan biaya operasional petani hingga 80 persen sekaligus menjamin ketersediaan air untuk musim tanam.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan penguatan infrastruktur air menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim.

Keberadaan sumur bor dalam menjadi solusi nyata bagi petani dalam mengatasi keterbatasan air dan meningkatkan efisiensi usaha tani.

Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Dhani Gartina, menyatakan fasilitas JIAT memberikan kepastian pasokan air bagi petani, khususnya untuk mendukung musim tanam.

“Pemerintah sudah membangun sumber air ini. Tinggal petani memanfaatkan dan merawatnya agar berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Ia juga menekankan pentingnya peran kelembagaan petani, seperti kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan), dalam mengelola sarana irigasi tersebut.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh petani. Kepala Dusun Sumenggo, Julianto, mengungkapkan sebelum adanya sumur bor dalam, biaya operasional pengairan bisa mencapai Rp500 ribu per hari. Kini, biaya tersebut turun menjadi sekitar Rp70 ribu.

“Sekarang lebih hemat dan tidak lagi kesulitan air. Ini sangat membantu petani,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan sumur bor dalam ini merupakan jawaban atas penantian panjang masyarakat selama puluhan tahun.

Dengan efisiensi biaya dan kepastian pasokan air, pembangunan JIAT diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.